Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional

Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional

HarianDepok.com – Properti, Bagi Anda yang sedang ingin membeli rumah, apalagi dengan bantuan KPR dari bank tentu akan membandingkan jenis kredit yang tepat dan sesuai dengan kemampuan Anda. Saat ini ada dua jenis pembiayaan KPR yang ditawarkan oleh bank, yaitu KPR Syariah dan KPR Konvensional.

Sebetulnya, KPR bank konvensional atau KPR bank syariah, masing-masing memiliki kelebihan. Namun,  masih banyak orang yang tidak mengerti apa bedanya KPR syariah dan KPR konvensional.

Perbedaan yang paling mencolok dari sistem KPR syariah dan KPR konvensional adalah serupa dengan produk perbankan syariah lain, KPR syariah juga tidak mengenal bunga dalam sistem kreditnya. Perhitungan yang dipakai adalah bagi hasil.

Namun, ada beberapa peredaan lain yang dapat Anda pertimbangkan untuk membeli rumah melalui KPR

Satu akad vs multi akad

Di KPR bank konvensional hanya dikenal satu akad, yaitu akad jual beli. Sedangkan, KPR syariah memiliki beberapa alternatif pilihan akad yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Dalam sistemnya, ada beberapa jenis akad yang ditetapkan oleh KPR syariah. Yaitu akad Murabahah (jual beli), akad Ijarah (sewa), akad Musyarakah Mutanaqishah (kepemilikan bertahap), dan Ijarah Muntahua Bittamlik (sewa beli).

Akad yang sering ditawarkan secara umum adalah akad Murabahah dan Musyarakah. Tetapi, yang paling banyak ditawarkan adalah skema jual beli atau murabahah.

Penalti vs non penalti

Jika di KPR konvensional, Anda akan dikenakan penalti saat ingin melunasi angsuran sebelum masa kontrak berakhir. Berbeda dengan KPR syariah, sistem penalti ini tidak berlaku. Sistem tanpa penalti ini ditetapkan karena harga KPR sudah ditetapkan sejak awal perjanjian.

Fluktuatif vs angsuran tetap

Bunga yang diterapkan pada KPR konvensional biasanya bersifat fluktuatif atau menyesuaikan kondisi suku bunga yang berlaku pada waktu tertentu.  Meskipun KPR konvensional menetapkan bunga dan cicilan tetap, tapi hal itu biasanya berlaku 1 – 3 tahun saja.

Pada KPR syariah, harga jual rumah ditetapkan di awal saat Anda menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah. Itulah kenapa KPR syariah memiliki jumlah angsuran bulanan yang tetap. Namun, jumlah angsuran tersebut akan ditetapkan sesuai dengan kesepakatan di awal perjanjian hingga jatuh tempo pembiayaan atau masa angsuran selesai.

Itulah perbedaan antara KPR syariah dan KPR konvensional. Untuk menilai mana yang dapat Anda pakai untuk membantu Anda membeli rumah, sesuaikan jumlah cicilan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: