iPhone Terancam Tidak Dapat Dijual di Indonesia

iPhone Terancam Tidak Dapat Dijual di Indonesia

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Adanya aturan khusus di Indonesia yang mewajibkan semua ponsel 4G mempunyai nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen mengancam perusahaan smartphone unggulan seperti Apple tak bisa memasarkan produk iPhone di Indonesia.

Mengetahui aturan tersebut, Kamar Dagang AS atau The American Chamber of Commerce (AmCham) menyampaikan keluhannya dengan mengirimkan surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Dilansir dari laman Reuters, AmCham sudah mengirimkan surat keberatan atas aturan tersebut pada 12 Februari 2015 lalu.

“Kami khawatir bahwa pendekatan yang diambil dalam rancangan peraturan ini secara tidak sengaja bisa membatasi akses ke teknologi baru, meningkatkan biaya ICT bagi perusahaan Indonesia, merangsang grey dan black market untuk ponsel, dan membawa konsekuensi yang tidak diinginkan lainnya,” kata AmCham dalam surat tersebut.

AmCham menilai industri elektronik Indonesia belum memiliki manufaktur smartphone yang memadai.

“Salah satu perhatian besar banyak perusahaan, dan bukan hanya perusahaan-perusahaan Amerika, bahwa Indonesia tidak memiliki rantai pasokan untuk menghasilkan ponsel berkualitas tinggi,” jelas Lin Neumann, Kepala Perwakilan AmCham di Indonesia, kepada Reuters.

Dalam surat yang ditujukan kepada Rudiantara juga memperingatkan aturan bisa melanggar hukum perdagangan internasional yang diatur oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kebijakan TKDN ini memaksa kegiatan manufaktur dapat memiliki implikasi dalam hal kewajiban WTO di Indonesia,” kata surat AmCham itu.

Amerika Serikat, yang saat ini sedang mengejar empat kasus perdagangan terhadap Indonesia, telah berulang kali menyuarakan keprihatinan mengenai peraturan di Indonesia pada konten lokal dalam investasi di sektor telekomunikasi di WTO.

Soal kandungan konten lokal ini, Rudiantara sudah memberikan garis jelas. Bahwa komponen tersebut tidak hanya meliputi sisi hardware saja. Contoh sederhana, ponsel rakitan Indonesia masih tetap menggunakan chip dari hasil impor.

“Jangan (melulu) di hardware. Biar bagaimanapun sebagai global player, mereka kan mencari value chain yang paling murah. Mereka juga mainnya di negara yang economic sale tinggi,” tegasnya.

Menurut Rudiantara, Indonesia harus menggali potensi dan mengembangkan software untuk kemajuan teknologi, bukan hanya berperan sebagai konsumen.

“Contoh, orang Indonesia bisa bikin teknologi desain screen terus dipakai perusahaan asing lalu mereka bayar paten. Itulah lokal konten. Kita harus smart,” kata Rudiantara.

Rencananya, Pemerintah Indonesia akan mewajibakan setiap ponsel 4G yang masuk ke Tanah Air harus mempunyai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen pada 1 Januari 2017 mendatang. Bila tidak, maka sudah dipastikan smartphone seperti iPhone atau merk lainnya tidak dapat dipasarkan di Indonesia.

Rencana yang digulirkan oleh Kementerian Kominfo dan Kementerian Perindustrian ini bertujuan untuk melindungi kepentingan industri dalam negeri. Sehingga warga negara Indonesia tidak hanya menjadi konsumen akhir suatu produk tetapi juga sebagai pengembang.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok