Lembaga Sensor Film Dibubarkan, MUI ‘ngamuk’

Lembaga Sensor Film Dibubarkan, MUI 'ngamuk'

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Dalam sebuah diskusi di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (24/2/2015) kemarin, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEK), Triana Munaf, menggulirkan wacana dihapuskannya Lembaga Sensor Film Indonesia. Menurutnya, tugas Lembaga Sensor Film sebaiknya diserahkan kepada mekanisme pasar melalui sistem pemeringkatan (rating).

Mekanisme pasar melalui sistem pemeringkatan (rating) ini akan membuat film-film dengan konten yang dapat merusak moral masyarakat dapat tayang bebas di Indonesia karena penilaian rating diukur dari tingkat keinginan masyarakat untuk menonton atau melihat tayangan dan film tertentu . Hal ini akan menguntungkan industri perfilman dan media karena semua produk ataupun pesan yang ingin disampaikan akan bisa langsung diterima masyarakat tanpa ada sensor dari lembaga manapun.

Namun, wacana tersbut langsung mendapat penolakan yang keras dari Pjs Ketua Bidang Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas. Ia memprotes usulan wacana tersebut.Karena menurutnya, dengan menghapus Lembaga Sensor Film, pemerintah berarti melenceng dari amanah Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

“Tugas negara itu melindungi rakyat, seperti yang disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945. Itulah gunanya lembaga sensor film, mengantisipasi sebelum rusak. Jangan setelah rakyat kita rusak, baru dilindungi. Ini kacau namanya,” kata Buya Anwar Abbas saat ditanyakan tentang wacana penghapusan Lembaga Sensor Film oleh awak media, Rabu (25/2/2015) di Jakarta.

Buya Anwar menilai, dengan menghapus Lembaga Sensor Film, negara tidak akan punya kekuatan lagi dalam mengantisipasi film-film perusak moral masyarakat. Apalagi, ada banyak film yang ditujukan untuk anak-anak muda.

“Ide menghapus Lembaga Sensor Film jelas ide liberalisme. Jadi kalau ada film yang merusak akhlak masyarakat, biarkan saja pasar yang menilai. Giliran nanti, kalau (masyarakat) sudah bobrok, baru teriak-teriak,” imbuhnya.

Buya Anwar berharap dan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menanggapi wacana-wacana yang dapat merusak moral masyarakat, terlebih lagi di jaman yang canggih seperti sekarang ini. Masyarakat dapat meperoleh berbagai informasi dari berbagai media yang mudah di akses.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)