Harga Beras di Depok Tembus Rp 12.000

Harga Beras di Depok Tembus Rp 12.000

HarianDepok.com – Berita , Kurangnya pasokan beras akibat gagal panen membuat harga beras melunjak tajam. Di Kota Depok Provinsi Jawa Barat, harga beras melambung hingga Rp12.000 per liter.

Aceng (35), salah satu pedagang beras di Pasar Palsigunung Depok, menuturkan harga beras pandan wangi asal Cilamaya tersebut kini dipatok Rp12.000 per liter.

“Sekarang harga beras ada yang Rp8.500, Rp9.000, Rp9.500, paling mahal yang saya jual itu beras pandan wangi Rp12.000 per liter,” ungkap Aceng, Rabu (25/2/2015).

Sementara itu untuk beras paling murah yang dihargai Rp8.500 merupakan beras yang diimpor dari bulog Thailand. “Rp8.500 itu beras Thailand,” ujarnya.

Dia menerangkan harga beras per karungnya naik sekitar Rp60.000. Menurutnya, kenaikan harga ini dikarenakan gagal panen yang dialami di sejumlah daerah penghasil padi.

“Gagal panen kata pengirim, dari Karawang juga biasanya kirim ini enggak kirim,” imbuh dia.

Sebagai informasi, selain beras pulen (beras yang biasa dikonsumsi masyarakat), beras jenis perak juga mengalami kenaikan.

“Beras Perak juga naik jadi Rp10.000 per liter, kemarin di bawah Rp10.000, biasanya Rp8.400 sampai Rp8.800,” jelasnya.

Sementara itu, kenaikan harga beras di beberapa daerah yang cukup tinggi membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung penyaluran beras di gudang Bulog, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Hari ini (25/2/2015). Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan pasokan dan penyaluran beras.

“Presiden Jokowi ingin lihat saja bagaimana penyaluran oleh bulog. Lalu, akan menunjukkan apa yang akan dilakukan,” kata Menko Perekonomian Sofjan Djalil.

Sofjan mengatakan upaya Presiden Jokowi memantau langsung pasokan dan penyaluran beras tersebut berkaitan dengan keputusan pemerintah yang akan menggelontorkan beras 300 ribu ton lebih untuk raskin seluruh Indonesia dan operasi pasar untuk menstabilkan harga bahan pangan pokok. Diharapkan dengan langkah tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir tentang persediaan beras dan harga yang tidak stabil.

Selain itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta Perum Bulog untuk segera mendistribusikan beras untuk warga miskin (raskin) yang ada di gudang. Ia meminta agar Perum Bulog tidak menunda penyaluran beras untuk warga miskin karena hal tersebut juga telah di instruksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Sesuai instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla agar beras raskin segera disalurkan,” ujarnya.

[MuhammadKhotib/HD]

Rate this article!
Tags: