Desperindag Kota Depok, Larang Peredaran Pakaian Bekas Dari Luar Negeri

Pakaian Bekas Mengandung Penyakit

HarianDepok.com – Berita, Pemerintah Indonesia kali ini disibukan dengan permasalahan adanya bakteri bakteri yang terdapat di pakaian bekas yang didatangkan dari luar negeri. Hal ini menjadikan permasalahan tentang bakteri pembunuh bertambah. Sebelumnya bakteri bakteri pembunuh juga sempat ditemui di buah buahan impor jenis apel Granny dan apel Gala asal negeri paman Sam.

Kali ini semua instansi pemerintah langsung mengambil tindakan, guna mencegah meluasnya bakteri bakteri tersebut yang bisa merugikan banyak orang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) kota Depok pun juga langsung mengambil tindakan pencegahan dini dengan cara, menghimbau para konsumen untuk tidak membeli pakaian pakaian bekas tersebut.

Menurut laporan laporan masyarakat yang masuk ke Desperindag bahwa diketahui terdapat beberapa bakteri bakteri di dalam pakaian pakaian bekas impor. Bakteri bakteri tersebut yang terdapat di pakaian pakaian bekas impor bisa menyebabkan gatal gatal serta bisa mempengaruhi saluran kelamin.

Agus Suherman juga mengatakan kepada media pada Sabtu (21/02/2015) lalu menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membeli dan menggunakan pakaian pakaian bekas impor tersebut, karena diindikasikan pada pakaian tersebut mengandung bakteri bakteri yang sangat berbahaya untuk kesehatan.

Dirinya juga mengatakan bahwa larangan untuk membeli serta menggunakan pakaian pakaian tersebut telah dikeluarkan oleh kementerian Perdagangan pada waktu lalu, sehingga pihaknya langsung segera merealisasikan larangan tersebut ke lapangan.

Di lain pihak, dengan adanya larangan tersebut, membuat beberapa para pedagang pakaian bekas mengalami kerugian yang sangat besar, hal ini diungkapkan oleh salah satu pedagang pakaian bekas yang tidak mau diungkapkan identitasnya.

Menurutnya, jika memang pemerintah telah memberlakukan peraturan tersebut, seharusnya dari dulu saja, kenapa baru sekarang sekarang ini larangan untuk pakaian pakaian bekas diberlakukan. Dirinya mengakui bahwa bisnis yang saat ini dijalaninya sejak tahun 2003 lalu, nilai keuntungannya semakin menurun sejak pelarangan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah.

Dirinya pun sangat berharap kepada pemerintah untuk tidak mengeluarkan peraturan yang merugikan sebelah pihak saja. Perhatikan kami juga dong, kan kami jualan pakaian bekas ini menggunakan modal yang lumayan besar, keluhnya.

[Izl/MuhammadKhotib/HD]

Tags: