Dua Anggota Sindikat Narkoba ‘Bali Nine’ Berharap Pembatalan Hukuman Mati dari Indonesia

Dua Anggota Sindikat Narkoba 'Bali Nine' Berharap Pembatalan Hukuman Mati dari Indonesia

HarianDepok – Berita – Nasional, Dua warga Australia yang merupakan anggota sindikat narkoba ‘Bali Nine’, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran masih berharap pemerintah Indonesia dapat membatalkan keputusan untuk menghukum mati mereka berdua.

Dilansir dari News.com.au, saudara Andrew dan Myuran yang baru-baru ini menjenguk keduanya di Lapas Kerobokan, Bali menyampaikan harapan kedua tersangka yang telah ditetapkan untuk menjalani hukuman mati.

“Saudara-saudara kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kebaikan yang diterima selama ini,” kata Michael Chan, kakak dari Andrew Chan di depan LP Kerobokan, Bali, Minggu (22/2/2015).

“Mereka juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, petugas penjara, dan para relawan yang mengizinkan keduanya membuat program rehabilitasi yang kini membuat iri penjara-penjara di seluruh dunia.” Imbuhnya.

Michael menerangkan, Andrew dan Myuran berharap, program rahabilitasi ini dapat terus berlangsung. Mereka, kata Michael, ingin terus membantu untuk menata kembali hidup lebih banyak orang.

“Kami mendengar, banyak tahanan yang mengikuti program ini mendapatkan pekerjaan dan menjalani hidup yang lebih baik. Saudara-saudara kami berharap, Presiden Jokowi mengizinkan mereka untuk melanjutkan bantuan ini, untuk membangun kembali hidup lebih banyak warga Indonesia hingga tahun-tahun yang akan datang.” Ujarnya.

Seperti yang telah diketahui, keduanya terjerat kasus narkoba karena menyelundupkan 8,2 kilogram heroin.

Selain itu menurut Chinthu, saudara Myuran Sukumaran, saudaranya ini telah membantu pemerintah Indonesia dengan membuat program rehabilitasi bagi para narapidana. Sehingga, ia berharap hukuman mati yang ditelah ditetapkan kepada Myuran dapat dibatalkan.

“Myuran dan Andrew mencintai Indonesia. Mereka sangat menghargai masyarakat dan juga budayanya, dan atas dukungan sistem peradilannya mereka bisa membuat banyak program untuk membantu warga Indonesia dan juga diri mereka sendiri. Dan mereka sangat berterima kasih atas itu,” ucap Chinthu.

Sementara itu, warga seantero Tanah Air tengah gerah dengan pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang berharap pemerintah mau membatalkan hukuman mati kedua narapidana itu dengan mengungkit bantuan negaranya saat tsunami Aceh 2004 lalu.

Namun pernyataan itu justru menyakiti masyarakat Indonesia. Lalu menjadi gerakan sindiran untuk Abbott, ‘Coin for Australia’ pun digalakan. Gerakan ini dimotori oleh warga aceh dan kemudian mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia. Warga mengumpulkan koin-koin rupiah yang nantinya bakal dikirimkan untuk membayar kembali bantuan senilai A$ 1 miliar dari Australia kepada RI.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: