“Leter of Credit” Melalui Bank Devisa Nasional, Cara Untuk Menertibkan Eksportir

“Leter of Credit” Melalui Bank Devisa Nasional, Cara Untuk Menertibkan Eksportir

HarianDepok.com – Bisnis – Kementrian Perdagangan mewajibkan ekspor empat komoditas yang menggunakan L/C (letter of Credit) melalui bank devisa nasional adalah salah satu upaya untuk menertibkan para eksportir.

Seperti apa yang kita ketahui bersama, pada bulan lalu pemerintah mengeluarkan Permen Perdagangan No. 4 Tahun 2015 perihal ketentuan penggunaan L/C guna ekspor empat komoditas yang telah ditentukan. Keempat komoditas tersebut adalah Kelapa Sawit, Batu Bara, Mineral, dan Minyak dan Gas Bumi (migas).

Terhitung mulai 1 April 2015 nanti perusahaan yang bergelut dari empat komoditas terseut diwajibkan untuk menggunakan L/C melalui bank devisa nasional. L/C sendiri merupakan janji untuk membayar dari bank penerbit kepada penerima, apabila penerima menyerahkan kepada bank penerbit berupa dokumen yang sudah sesuai dengan persyaratan.

Partogi Pangaribuan selaku Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan memaparkan bahwa kebijakan itu diterbutkan salah satu tujuanya adalah untuk menertibkan eksportir dalam hal administrasi mengenai pencatatan devisa. Pemerinta sendiri juga memiliki harapan yang besar agar para pelaku eksportir dapat tertib dalam menentukan harga yang mengacu pada harga international.

Dalam pelaksanaan tersebut terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh para eksportir guna dapat menggunakan L/C, seperti terkait dengan pelestarian lingkungan dan ada juga persyaratan administrasi lainya.

“intinya adalah supaya mereka para eksportir lebih tertib lagi dalam berbagai aspek yang ada”. ujar Partogi, Jumat (20/ 2/ 2015).

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa pihaknya juga tidak akan ambil pusing mengenai protes yang dilakukan oleh beberapa kelompok atau asosiasi industri yang mengaku akan merasa dirugikan dengan diberlakukanya kewajiban tersebut. Pasalnya Kementerian Perdagangan telah berkali- kali mengajak mereka untuk melakukan diskusi mengenai kewajiban L/C perihal ketentuan ekspor komoditas tersebut.

Bahkan pihaknya juga tidak akan segan- segan memberikan sanksi yang tegas kepada para eksportir yang tidak mau patuh terhadap aturan tersebut. Bahkan sanksi larang melakukan ekspor akan benar- benar diberlakukan, hingga kewajiban dari L/C terpenuhi.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: