Bisnis Properti Seakan Tidak Ada Matinya di Indonesia

Bisnis Properti Seakan Tidak Ada Matinya di Indonesia

HarianDepok.com – Properti – Biasanya bisnis dan industri mengenal apa yang disebut dengan siklus delapan tahunan. Akan tetapi untuk bisnis dan properti di Indonesia seakan tidak ada matinya. Meski gejala pelemahan terjadi sejak kuartal kedua 2013 dan berlanjut hingga taahun 2014, akan tetapi bangkit lagi pada tahun ini dan memiliki prospek yang bagus di tahun- tahun berikutnya.

Ishak Chandra selaku Managing Director Corporate Strategy and Services Sinarmas Land memaparkan, “di semester kedua tahun 2013, perkembangan properti sedang melemah. Saat itu tengah terjadi stagnan penjualan setelah bank menerbitkan Surat Edaran No 15/ 140/ DKMP perihal Financing to Value untuk kridit kepemilikan properti dan kredit kepemilikan properti dan kredit konsumsi beragunan”. Selasa (17/ 2/ 2015)

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa anjlok adalah index growth, bukan pasar serta harganya. Pertumbuhan harga masih ada akan tetapi eskalasinya yang menurun. “Index growth pada tahun 2011 menembus angka seratus persen, hal ini merupakan pencapaian yang terbaik. Sedangkan pada tahun 2012 mencapai 70-80 persen, tahun 2013 mencapai 30 persen dan tahun kemarin sekitar 30 persen. Akan tetapi harga masih naik meski pertumbuhanya hanya sedikit”. Ungkap Ishak.

Kondisi pun mulai membaik pada tahun 2014. Hal tersebut ditandai dengan tingkat penjualan yang semakin membaik. Sinarmas Land sendiri mencatat bahwa penjualan yang lebih baik terjadi pada semester 2  tahun 2014. Sedangkan pada tahun ini masih terjadi penyesuaian mengenai isu politik, Suku Bunga BI yang masih menembus level 7,75 persen, serta harga bahan bakar minyak (BBM). Namun ia memprediksikan pada semester kedua tahun 2015 ini akan pulih hingga tahun 2016 nanti.

Hermawan Wijaya selaku Direktur serta Sekretaris perusahaan BSDE menjelaskan, optimisme tahun ini ia menargetkan penjualannya dapat tercapai. Demikian halnya dengan laba bersih yang akan digenjotnya 10 sampai 15 persen lebih tinggi dari targetan tahun 2014 lalu. Ia pun sangat optimis dengan segala potensi yang dimiliki oleh Indonesia, bisnis properti terlebih untuk perumahan tapak, kawasan industri, ritel dan pusat belanja masuk dalam spektrum pemulihan dalam jam properti.

 [MuhammadKhotib/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)