Depok, Bebas Biaya Retribusi Sampah

Depok, Bebas Biaya Retribusi Sampah

HarianDepok.com – Berita, Banyak cara yang diterapkan pemerintah daerah untuk menanggulangi sampah yang ada di wilayahnya. Salah satunya adalah kota Depok yang mempunyai program program tersendiri untuk menanggulangi sampah di daerahnya. Salah satunya adalah dengan cara bekerja sama dengan pemerintah Jepang untuk menanggulangi sampah non organik di wilayah kota Depok.

Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail juga telah mempunyai program lain demi mewujudkan kota Depok yang bersih dan sehat serta bisa menjadi kota pendukung yang peduli terhadap lingkungan. Program yang dicanangkan oleh Nur selain bekerja sama dengan pihak pemerintah Jepang yaitu membebaskan retribusi sampah.

Program pembebasan retribusi sampah di kota Depok adalah usul dari Nur dan telah dibakukan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No.5 tahun 2014 yang isinya mengenai Retribusi Pelayanan.

Bebas retribusi sampah tersebut diberlakukan hanya untuk golongan sampah rumah tangga saja, dalam artian hanya sampah sampah yang dihasilkan oleh setiap rumah tinggal yang ada di kota Depok. Selain daripada itu, retribusi sampah akan tetap dikenakan. Pembebasan retribusi ini telah diberlakukan sejak Januari 2015 kemarin.

Nur saat dikonfirmasi media, Selasa (17/02/2015) mengenai pembebasan retribusi sampah rumah tangga di wilayah kota Depok mengatakan, bahwa dirinya ingin warga kota Depok ikut berperan aktif dalam menanggulangi sampah.

Namun dalam program yang diberlakukan oleh Nur, ada syarat dan ketentuannya. Yaitu, setiap warga kota Depok agar bertanggung jawab penuh untuk memilah sampahnya sendiri, antara sampah organik dan non organik. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka para petugas tidak akan mengangkut sampah mereka.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Zamrowi pun mengiyakan program tersebut. Bahwa memang pihak pemerintah kota Depok telah memberlakukan pembebasan beban biaya retribusi sampah untuk sampah rumah tangga. Hal itu menurutnya sebagai pemicu kesadaran masyakarat untuk peduli terhadap kebersihan.

Nantinya, sampah sampah yang telah di pisahkan warga, antara sampah organik dan non organik tersebut, nantinya akan dibawa oleh petugas kebersihan secara berkala dan diangkut ke tempat tempat pengelolaan sampah yang ada di kota Depok.

Zamrowi menjelaskan, untuk sampah organik, petugas akan membawa ke tempat tempat pengelolaan sampah (Bank Sampah) untuk dimanfaatkan kembali. Dan untuk sampah dengan golongan non organik, akan dibawa oleh petugas ke tempat pembuangan akhir kota Depok yang berada di daerah Cipayung.

[Izl/NurMungil/HD]

Rate this article!
author

Author: