Mie Berformalin Beredar Dipasaran Menjelang Tahun Baru Imlek

 Mie Berformalin Beredar Dipasaran Menjelang Tahun Baru Imlek

HarianDepok.com – Berita – Nasional – Surabaya , Menjelang tahun baru imlek kini unit kejahatan umum polrestabes kota surabaya telah membongkar aksi kejahatan yang ada di pasar surabaya, yang melakukan transaksi mie berformalin. Sehingga kini semakin ketat dalam menekan peredaran makanan yang ilegal. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan oleh AKBP Sumaryono selaku kasat reskrim polrestabes kota surabaya bersama dengan petugas yang lain menemukan barang bukti berupa mie basah sebanyak 14 kantong plastik, dengan seberat 5 kg, dan juga mie berfomalin sebanyak 28 kantong seberat 5 kg. Dan juga barang bukti yang lainnya termasuk buku pesanan.   Unik janatum kini berhasil mengamankan seorang pemiliki mie berformalin, ujar sumaryono minggu kemaren (15/02/2015).

Pengadaan pemeriksaan secara ketat ini dilakukan sejak mendapat laporan dari amsyarakat setempat, untuk itu mulai tanggal 7 februari 2015 melakukan penyeledikian secara langsung ke lapangan. Dan ternyata ditemukanlah mie yang terindikasi mengandung bahan yang membahayakan tubuh yaitu formalin. Karena menjelang hari raya tentu kebutuhan mie menjadi meningkat. Dan banyak sekali mie yang ditemukan dalam keadaan mengandung bahan yang berbahaya bagi tubuh. Beberapa sampel juga diuji ke lab yang hasilnya secara positif mengandung formalin. Mie yang mengandung bahan formalin ini telah diamankan sejak awal februari yang lalu. Mie – mie yang diamankan ini tidak mengalami pembusukan atau jamur samasekali, bahkan tidak ada yang rusak sedikitpun.

Dan kini pihak kepolisian mengamankan tersangka dengan inisial LKH yang memiliki UD ngatminah yang memproduksi mie yang berformalin beralamat di gondang mojokerto jawatimur. Sementara itu penjualan yang dilakukan oleh tersangka sudah dilakukan sejak tahun 2009 yang lalu.   Yang setiap harinya mampu memproduksi sebanyak 300 kantong mie, dan setiap kantongnya memiliki berat 5 kg. LKH ini menjual satu kaontong mie sebesar Rp 34,000 dan selain ia memiliki tempat memproduksi mie dia juga memiliki toko dipasar keputran sebanyak 3 kios. Dari perbuatan ini maka tersangka akan dijerat pasal 136 jo pasal 75 ayyat 1 huruf b, atau pasal 141 jo pasal 89, atau pasal 140 jo psal 86 ayat 2 UU RI Nomor 18 tahun 2012 yang membahas tentang pangan. Atau terkena pasl yang membahas tentang perlindungan konsumen. Sehingga tersangka di perkirakan akan diancam penjara 5 tahun.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)