Karena Bailout Yang Alot Di Yunani, Kini Rupiah Ikut Tertekan

Karena Bailout Yang Alot Di Yunani, Kini Rupiah Ikut Tertekan

HarianDepok.com- Bisnis- Tidak berhasilnya Yunani untuk memperoleh bailout dari Uni Eropa serta dana moneter international (IMF) menjadikan mata uang dari euro merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan tersebut memiliki pengaruh pada mata uang lain, tak terkecuali mata uang Indonesia (rupiah) yang sempat menembus level Rp 12.900/ dolar Amerika Serikat.

Seorang ahli ekonom Lana Soelistianingsig dari Samuel Sekuritas memaparkan bahwa saat ini Jerman enggan untuk memberikan pemberian bantuan talangan dana kepada Yunani. Alasanya adalah, negeri tempat lahirnya para filosof terkenal tersebut tidak mau menyetujui persyaratan yang diberikan oleh Uni Eropa.

“Yunani kan mengenai trkait kebijkan pengtahuan. Oleh karena itu kegagagalan ini membuat mata unagnya semakin melemha, serta dolar kiat menguat”. Ungkap Soelist, Jumat (13/ 2/ 2015).

Adanya penguatan dokar ini menjadikan mata uang dunia kia terpuruk. Pada lima tahun terakhir ini kurs euro melemah hingga 0,9 persen, ringgit Malauysia sebesar 0,8 persen, dolar Australia sebesar 0,4 persen, yen Jepang sebanyak 0,2 persen, dan rupiah Indonesi sebesar 0,7 persen.

Rupiah di perjual beilikan pada kisaran harga Rp 12.730 hingga Rp 12.810/ dolar Amerika Serikat. Ia pun memprediksikan rupiah akan masih berjuang keras untuk menghadapi tekanan dari dolar Amerika Serikat. Namun rupiah masih terbilang lebih baik jika dibandingkan dengan mata uang dari negara lain.

Sementara itu analis ekonomi Alwi Assegaf dari Universal Broker menjelaskan, kekhawatarian pasal mengenai ancaman keluarnya Yunani dari kawasan Eropa membuat dolar Amerika Serikat semakin bullish. Belum lagi kebijakan Bank Sentral Jepng yang sengaja melemahkan mata uangnya seperti apa yang dilakukan oleh Singapura.

Dilihat dari sisi internal, adanya perlambatan ekonomi juga menjadikan nilai tukar rupian semakin tertekan. Posisi psikologis rupiah saat ini pada kisaran level Rp 13.000/ dolar Amerika Serikat. Ia juga mempredikasikan kurs rupiah sebesar Rp 12.710 hingga Rp 12.835/ dolar Amerika Serikat dalam waktu yang dekat ini.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: