Mega Proyek Orange Country Cikarang Diresmikan Oleh Menteri Perindustrian

Mega Proyek Orange Country Cikarang Diresmikan Oleh Menteri Perindustrian

HarianDepok.com- Properti – Saleh Husein yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian meresmikan pembangunan mega proyek Orange Country yang ada di kawasan Cikarang, Bekasi pada Kamis (12/ 2/ 2015). Dengan diresmikan bapak Menteri tersebut menandakan dimulainya pembangunan perdana kota mandiri baru yang dikembangkan oleh PT Lippo Cikarang Tbk.

“Pembangunan di wilayah Cikarang sangatlah setrategis, dan yang lebih penting adalah sejalan dengan pengembangan di Kota Bekasi. Dengan adanya kawasan economy based industri serta infrastruktur yang mendukung akan memberikan multipiler effect, ini sangat kami syukuri”. Ungkap Saleh.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa pembangunan Orange Country sangatlah sejalan dengan visi yang diusung pemerintah dalam mengembangkan kawasan perindustrian. Adanya Orange Country mampu memberikan lingkungan yang aman serta nyaman bagi para manajer maupun pegawai yang memiliki kawasan kerja di Lippo Cikarang.

Sementara itu Theo L Sambuang selaku direktur Lippo Group memaparkan bahwa pembangunan Orange Country adalah sebuah komitmen Lippo untuk mendukung pemerintah dalam memacu peningkatan ekonomi dengan jalan membangun infrastruktur yang memadai.

“pembanguna infrastruktur di sektor perumahan serta perkantoran sangat erat kaitanya dengan pengembangan koridor ekonomi (economy corridor development) yang selama ini tengah berlangsung di Cikarang”. Papar Theo.

Megaproyek ini merupakan pembangunan yang terintergasi dengan kawasan industri yang sudah ada sebelumnya. Oleh karena itu, dengan adanya pengembangan kawasan ini dapat membantu pembangunan Indonesia yang semakin modern.

Orange Country sendiri mempunyai akses gerbang Exit Toll Cibatu. Proyek yang didirikan pada tanah seluas 322 hektar tersebut terdiri dari konstruksi seluas 16,5 juta meter persegi yang sudah termasuk pada area Lippo Central Bisiness District (CBD) seluas 82,3 hektar.

Lippo CBD sengaja didesain untuk dijadikan pusat bisnis yang strategis karena rencnanya pada kawasan tersebut akan dibangun 2 infrastruktur yang cukup strategis yakni Karawang nternational Airport serta Cilamaya Deep New Port. Sebagai langkah yang pertama, pembangunan di area tersebut akan dibangun seluas 19,5 hektar.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: