“Bagaimana Menjamin Kesejahteraan Ibu Dan Anak?”, MHTI Depok Bahas  Di Majelis Ta’lim.

Bagaimana Menjamin Kesejahteraan Ibu Dan Anak, MHTI Depok Bahas  Di Majelis Ta’lim.

HarianDepok.com – Suara Pembaca , Menapaki awal tahun 2015 nampaknya masih belum membawa harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Berbagai persoalan masih terus bermunculan di seluruh aspek kehidupan,  ekonomi, politik, social, budaya, hankam dan sebagainya. Di bidang ekonomi msalnya, sekalipun pemerintah mengklaim ada perbaikan, realitas justru bicara lain. Kemiskinan dan tingginya tingkat pengangguran masih menjadi potret bersama mayoritas masyarakat.

Para ibu, tentu tak lepas dari kondisi menyakitkan ini. Bahkan pada kondisi tertentu, mereka seakan harus memikul beban ganda. Di satu sisi, mereka dituntut menjadi benteng keluarga; menjaga anak-anak dan mengurus rumah tangga. Tapi disisi lain, merekapun, terbebani tanggungjawab ‘menyelamatkan’ kondisi ekonomi keluarga dengan cara ikut bekerja mencari nafkah tambahan, atau bahkan harus menggantikan posisi si bapak yang karena imbas krisis ekonomi terpaksa dirumahkan oleh perusahaan atau kantor tempatnya semula bekerja. Dampak lanjutnya, struktur keluarga pun mulai goyah. Hal inilah yang diungkapkan oleh Ustadzah Dra. Hj. Nurjanah dalam acara majlis ta’lim dalam bentuk diskusi muslimah pada Ahad (1/2) di Aula Masjid Al-Falah, Danau tempe Raya,  Depok.

Bagaimana Menjamin Kesejahteraan Ibu Dan Anak, MHTI Depok Bahas  Di Majelis Ta’lim1.

Ustadzah Nurjanah menambahkan bahwa di tengah rumitnya masalah bangsa, keluarga akhirnya kian kehilangan fungsinya; tak ada lagi menjadi rumah ideal tempat berlindung dan membina kasih saying antara para penghuninya, sebagai masjid dan madrasah tempat menggembleng kepribadian Islam mereka, sebagai camp tempat menggembleng daya juang mereka, sebagai rumah sakit tempat merawat mereka,dll. Anak-anakpun tumbuh tanpa bimbingan orang tua, terutama ibu, karena ibu mereka hampir tiap hari harus keluar rumah. Televise dan jalanan lantas menjadi ibu pengganti bagi mereka (anak-anak). Tak sedikit pula anak-anak yang terpaksa harus memikul beban ekonomi dengan bekerja. Lalu lahirlah persoalan krusial lainnya; keluarga yang rapuh dan rentan perceraian, anak-anak bermasalah yang kehilangan masa depan, termasuk kriminalitas menyangkut perempuan dan anak. Pada saat yang sama, umatpun kehilangan kekuatan dan terancam kehilangan masa depan.

Acara yang dimoderatori Ustadzah eulis Kareem ini menyimpulkan bahwa rusaknya peraturan yang diterapkan (peraturan Sekuler Kapitalis) lah yang merusak generasi bangsa dan tatanan serta fungsi keluarga di tengah-tengah masyarakat bahkan memunculkan permasalahan yang kompleks. Permasalahan yang terjadi bisa teratasi dengan kembalinya umat kepada penerapan peraturan dari Sang Pencipta Allah SWT secara utuh dan dapat mengatur segala sisi kehidupan.  Lebih kurang 40 peserta yang hadir pada acara ini menyambut antusias meskipun kondisi Depok diguyur hujan lebat.

Tulisan Kiriman : Zahidah Aqilah

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: