Ekosistem Mandiri Tertua Dan Terkecil Didunia

00019

HarianDepok.com – Berita Unik – Ini mungkin mungkin adalah ekosistem mandiri terkecil dan tertua di dunia. Sebuah taman dalam botol, ditanam oleh David Latimer pada tahun 1960 terakhir disiram pada tahun 1972 sebelum ditutup rapat. David Latimer, 80th, dari Cranleigh di Surrey ingin bereksperimen berapa lama ekosistem akan bertahan dan hasilnya menakjubkan, ekosistem kecil ini masih berkembang sepenuhnya pada udara, nutrisi dan air yang mereka daur ulang sendiri.

Satu-satunya hal eksternal yang masuk kedalam botol adalah cahaya, tanpa cahaya tentu tidak akan ada energi bagi tanaman dalam botol untuk membuat makanan mereka sendiri dan terus tumbuh. Selain itu, ekosistem ini sepenuhnya mandiri, dengan tanaman dan bakteri dalam tanah yang bekerja sama.

Pensiunan David Latimer dari Cranleigh, Surrey, dengan taman botolnya yang pertama kali ditanam 53 tahun lalu dan belum disiram sejak tahun 1972 – namun terus berkembang dalam lingkungan yang disegel

Selama 40 tahun terakhir, ekosistem kecil ini telah benar-benar tertutup dari dunia luar. Namun varietas indoor spiderworts (atau Tradescantia) dapat berkembang, mengisi rumah botol bulat nya dengan dedaunan yang sehat .

Tanaman dalam botol ini diletakkan sekitar 6kaki dari jendela sehingga mendapat sedikit sinar matahari. Karena tanaman ini tumbuh menuju cahaya, sehingga botol perlu sering dibolak-balik sehingga tanaman ini tumbuh merata.

Tanaman ini juga tidak pernah dipangkas, sehingga mereka tampaknya hanya tumbuh hingga sebatas botol.

Taman botol telah menciptakan miniatur ekosistem sendiri, meskipun terputus dari dunia luar, karena mereka masih dapat menyerap cahaya sehingga dapat berfotosintesis, proses di mana tanaman mengubah cahaya matahari menjadi energi yang mereka butuhkan untuk tumbuh.


Sama seperti tanaman lain, spesimen dalam botol Mr Latimers telah bertahan dan berkembang dengan menggunakan siklus fotosintesis meskipun terputus dari dunia luar.

BAGAIMANA TAMAN BOTOL TUMBUH?
Kebun Botol bekerja karena ruang mereka yang tersegel menciptakan ekosistem yang sepenuhnya mandiri di mana tanaman dapat bertahan hidup dengan menggunakan fotosintesis untuk mendaur ulang nutrisi. Satu-satunya masukan eksternal yang dibutuhkan untuk menjaga tanaman tetap hidup adalah cahaya, karena cahaya memberikan energi yang dibutuhkan untuk membuat makanan sendiri dan terus tumbuh.

Cahaya yang menyinari daun pada tanaman diserap oleh protein yang mengandung klorofil (pigmen hijau). Beberapa energi cahaya disimpan dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP), sebuah molekul yang menyimpan energi. Sisanya digunakan untuk menghilangkan elektron dari air yang diserap dari tanah melalui akar tanaman. Elektron ini kemudian menjadi ‘bebas’ – dan digunakan dalam reaksi kimia yang mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat, melepaskan oksigen.

Proses fotosintesis ini adalah kebalikan dari respirasi seluler yang terjadi pada organisme lain, termasuk manusia, di mana karbohidrat mengandung energi bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan melepaskan energi kimia.

Tapi eko-sistem juga menggunakan respirasi selular untuk memecah bahan membusuk yang dihasilkan oleh tanaman. Proses ini dilakukan oleh bakteri dalam tanah kebun botol yang menyerap oksigen limbah dari tanaman dan melepaskan karbon dioksida yang dapat digunakan kembali oleh tanaman.

Dan, tentu saja, pada malam hari, ketika tidak ada sinar matahari untuk mendorong fotosintesis, tanaman juga akan menggunakan respirasi selular agar tetap hidup dengan menggunakan nutrisi yang disimpan.

Karena taman botol adalah lingkungan tertutup, yang berarti siklus air nya juga merupakan proses mandiri. Air di botol akan diambil oleh akar tanaman, dilepaskan ke udara selama transpirasi, mengembun ke bawah dan siklus dimulai lagi. Fotosintesis menciptakan oksigen dan juga menempatkan lebih banyak uap air di udara. Kelembaban yang terbangun dalam botol akhirnya ‘hujan’ atau turun kembali pada tanaman. Daun-daun tanaman membusuk di bagian bawah botol, menciptakan karbon dioksida yang juga diperlukan untuk fotosintesis dan nutrisi yang menyerap melalui akar-akarnya.


Ide dari sebuah Taman Botol adalah membuat sebuah dunia dalam mikrokosmos

Kebun botol Mr. Lattimer ini diungkapkan kepada dunia ketika ia mengambil foto itu di BBC Radio 4’s Gardeners’ Question Time dan bertanya kepada para ahli apakah hal ini sciencetific ataukah holtikultural interest.

Desainer taman dan presenter televisi Chris Beardshaw berkata: “Ini adalah contoh yang bagus dari cara di mana tanaman dapat mendaur ulang … Ini siklus kehidupan yang sempurna”.

Dia menambahkan bahwa proses ini adalah salah satu alasan mengapa NASA tertarik untuk membawa tanaman ke ruang angkasa.

“Tanaman bekerja sebagai pembersih yang sangat baik, mengambil polutan di udara, sehingga stasiun ruang angkasa secara efektif dapat menjadi mandiri, “katanya. “Ini adalah contoh besar betapa tanaman sangat bersifat perintis dan bagaimana mereka akan dapat bertahan tiap diberi kesempatan.

“Satu-satunya masukan untuk seluruh proses ini hanyalah energi surya, itulah hal yang diperlukan untuk menjaga proses ini terjadi. Segala sesuatu yang lain, setiap hal lain di sana telah didaur ulang. Itu fantastis.”

Namun ada yang kurang antusias seperti Bob Flowerdew, seorang ahli tanaman organik.

“Ini mungkin luar biasa, tapi tidak bagi saya, terima kasih. Saya tidak bisa melihat tujuannya atau kegunaannya. Saya tidak bisa mencium baunya, saya tidak bisa memakannya , “katanya. Mr Latimer setuju kalau taman botol sangat membosankan karena ia hampir tidak melakukan apa-apa, namun tetap terpesona melihat berapa lama tanaman dan ekosistem ini akan berlangsung.

 

[Irma wulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer