BMKT Minta Hentikan Promo Valentine Day

Gambar Hari Valentine

HarianDepok.com – Berita – Nasional, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) meminta agar media menghentikan berita yang  mempromosikan perayaan hari kasih sayang atau hari valentine yang biasa diperingati pada tanggal 14 Februari.

Ketua Umum BKMT, Tuty Alawiyah, mengatakan, media berperan cukup besar untuk mengenalkan budaya perayaan valentine terhadap anak-anak remaja. Terlebih pada saat ini yang mana mayoritas remaja memiliki akses luas dan mudah terhadap informasi melalui gadget.

Acara-acara untuk memperingati valentine yang dipromosikan terus-menerus melalui media memberikan stigma bahwa budaya tersebut merupakan bagian dari budaya Indonesia. Belum lagi produk-produk yang berkaitan seperti coklat, bunga dan pernak-pernik untuk menunjukan bukti kasih sayang dipromosikan secara besar-besaran.

“Jangan sampai valentine disosialisasikan oleh media, pikirkan efeknya yang panjang bagi anak-anak,” kata Tuty.

Jika terlalu banyak dan sering di promosikan, anak-anak remaja akan menganggap hari valentine sebagai momen untuk bebas menunjukan rasa kasih sayang melalui pacaran, padahal hal tersebut tidak sesuai dengan adat dan budaya ketimuran.

“Ada yang bilang valentine merupakan hari kasih sayang antar sesama, tapi menurut saya tidak cocok karena kasih sayang terjadi kapan saja,” imbuhnya.

Menurutnya, peringatan dan perayaan hari valentine menjurus ke hal-hal yang memiliki kesan tidak terarah dan hanya merusak moral anak-anak remaja. Sebab, istilah berpacaran pada saat ini lebih menjurus kepada perzinahan dan free sex yang sangat dilarang oleh agama.

Sebagai contoh, sebuah penginapan di daerah Batu, Malang Jawa Timur, memberikan diskon 50% bagi tamu yang menginap bersama kekasih pada tiap akhir pekan selama bulan Februari untuk memperingati hari valentine.

Contoh lain yaitu hadiah kondom dalam pembelian produk coklat untuk memperingati hari valentine. Banyak yang menyesalkan tindakan produsen coklat atau bagian pemasaran di toko maupun supermarket yang memberikan hadiah kondom ini. Pasalnya, konsumen coklat tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dikhawatirkan anak-anak akan mengganggap bahwa tindakan menunjukan bentuk kasih sayang selain dengan memberikan coklat, juga dapat dilakukan dengan free sex asalkan menggunakan pengaman seperti kondom.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)