Diberi Pilihan Wapres Jusuf Kalla, Ini Jawaban Dari Freeport

Diberi Pilihan Wapres Jusuf Kalla, Ini Jawaban Dari Freeport
HarianDepok.com- Bisnis-
 Orang nomor dua di negeri ini Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia menawarkan tiga pilihan tawaran kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) yang tidak dapat ditawar- tawar lagi.

Tiga hal yang tiadak dapat ditawar tersebut adalah Freeport diwajibkan membangun pabrik pengolahan serta pemurnian (smelter), Freeport harus melipatagandakan pendapatan dari masyarakta Papua, dan yang tearakhir adalah freeport juga diwajibkan untuk membangun industri hilir.

Daisy Primayanti selaku VP Corporate Comunications menanggapi hal tersebut bahwa pihaknya akan berkomitmen guna menyelaraskan diri kepada aspirasi nasional serta akan terus terbuka melakukan dialog untuk mencari titik temu bersama pemerintah.

Hal tersebut merupakan semangat dari PTFI dalam melakukan renegoisasi kepada pemerintah Indonesia mengenai kontrak karya. “PTFI sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah yang selalu mengingatkan terhadap kewajiban tanggung  jawab dari  PTFI dalam menjalankan bisnisnya”. Ungkap Deisi, Jumat (6/ 2/ 2015).

Sebagai wujudnya nyata dari komitmen perusahaan terhadap semangat hilirisasi yang ada di dalam negeri. PTFI terus melakukan upaya membantu merealisasikan hilirisasi di Papua. Diwaktu yang sama, sembari menanti perencanaan tersebut serta sarana dan prasarana infrastruktu pendukung lainya di Papua, PTFI juga tengah mempersiapkan lokasi smelter di Gresik Jawa Timur.

Tak hanya itu, perusahaan tambang yang bermarkas pusat di Amerika Serikat tersebut juga tengah menjalin kerjasama dengan BUMN yakni petrokimia Gresik. PTFI sendiri juga akan tetap melakukan kegiatan pertambanganya dan pemurnian di Papua.

“hal itu adalah sebuah bagian dari sumbangsih kami dalam upaya membangun dan mempercepat dari pembangunan yang ada di Papua dan fokus terhadap aspirasi yang diinginkan oleh pemerintah”. Tambah Deisi.

Jawaban serta tindakan nyata yang dilakukan oleh PTFI tersebut setelah ada peringatan keras dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Secara tegas ia menyebutkan tetap di Indonesia atau keluar dari Indonesia apabila tidak mau memenuhi tiga negoisasi yang tidak bisa ditawar tersebut.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: