Sang Guru Pukul Siswa Lantaran Bakar Jagung Di Jam Pelajaran

Sang Guru Pukul Siswa Lantaran Bakar Jagung Di Jam Pelajaran

Foto – Ilustrasi

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Seorang guru SMK yang ada di kelurahan panyula kebupaten bone, tepatnya di sulawesi selatan kini terpaksa mau tidak mau harus berurusan dengan pihak polisi, lantaran seorang guru ini telah melakukan penganiayaan terhadap muridnya. Muhammad nur ini telah memukuli keempat siswanya dengan kayu yang disebabkan karena sejumlah murid yang tengah diajarnya sedang membakar jagung di lokasi yang tidak jauh dari kelas (05/02/2015). Sebagaimana yang dilaporkan. Bahwa muhammad nur yangs edang mengajar kels 3 SMK dan mengetahui beberapa murid yang diajarnya tidak dikelas malah membakar jagung. Maka dia bergegas untuk mendatangi murid tersbut yang sebanyak 4 siswa. Karena bandelnya seorang siswa nur diajaklah membakar jagung.

Kemudian nur merasa tersinggung dengan tingkah siswanya tersebut, dan langsung memukulinya dengan kayu secara langsung. Dan kejadian ini ternyata sang anak melaporkan ke orantuanya dan orangtua mereka tidak terima jika anaknya diperlakukan demikian, sehingga pihak orang tua melaporkannya kepihak polisi. Dan salah seorang siswapun menyatakan bahwa, aktifitas membakar jagung tersebut dilakukannya keika jam istirahat, meski keempat siswa tersebut meminta maaf kepada sang guru namun tetap di pukuli. Akan tetapi sang guru mengatakan bahwa membakar jagung dilakukannya pada saat jam pelajaran. Pengakuan yang simpang siur ini menjadikan petugas semakin bingung. Sehingga saat ini nur berada dikantir polisi untuk dimintai secara jelas.

Pihak polisi akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku jika muhammad nur benar- benar memukul dengan alasan yang tidak bisa diterima. Sehingga penjelasan yang gambang juga akan dimintai keterangan dari siswa kelas 3 SMK pada saat itu. Hal ini karena pengakuan siswa dengan pengakuan sang guru tidaklah sama. Permasalahan ini menjadi panjang jika dati kedua pihak tidak mau berkata jujur. Untuk itu harapan polisi setempat untuk memiliki kesadaran dalam mengaku dan juga menyadari kesalahannya. Apalagi jika hal ini benar- benar terjadi, dan terkena kasus penganiayaan maka akibatnya akan fatal, tutur salah seorang petugas.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: