SMI Menunggu Pemerintah Mengenai Pengalihan Aset Dari PIP

SMI Menunggu Pemerintah Mengenai Pengalihan Aset Dari PIP

HarianDepok.com- Bisnis- SMI (PT Sarana Multi Infrastruktur kini tengah menunggu kepastian dari pemerintah mengalihkan aset Pusat Investasi Pemerintah atau biasa yang disebut PIP dengan jumlah nilai total mencapai Rp 18,3 triliun kepada perusahaan yang konsentrasi terhadap pembiayaan infrastruktur tersebut. Terlebih pemerintah juga memiliki rencana untuk menambah modal perusahaan sebesar Rp 2 triliun.

Edwin Syahruzad aelaku Direktur Investasi SMI Edwin Syahruzad memaparkan, terdapat tambahan aset yang akan meningkatkan dari penyaluran serta dana- dana proyek infrastruktur. Pada tahun 2015 ini, perseroan tengah menargetkan komitmenya untuk membiayai sebanyak Rp 7,5 triliun atau naik dari tahun lalau yakni Rp 5,6 triliun.

Lebih lanjut Edwin menuturkan, “Sekarang kan yang paling panjang hanyalah sampai 15 tahun. Maka bukan hal yang mustahil, SMI akan lebih dari itu. Oleh karena itu perusahaan yang memberi pinjaman tidak terlalu beresiko dalam mengembalikan uang tersebut”. Rabu (4/ 2/ 2015).

Seperti apa yang kita ketahui bersama Bambang Brodjonegoro selaku Menteri Keungan juga tengah mengupayakan melebur aset dari PIP guna dialihkan ke SMI yang rencananya akan dibuat bank infrastruktur. Hal tersebut dikarenakan oleh PIP sebagai badan layanan umum akan sulit untuk diawasai karena mengingat kedudukanya yang ada di bawah Otoritas Jasa Keungan (OJK).

Modal SMI hingg tahun 2014 lalu mencapai Rp 4,8 triliun, dengan jumlah aset mencapai Rp 1 triliun pada jangka 3 hingga 5 tahun. Selain itu perseroan juga masih mempunyai utang sindikasi dari bank asing yang di kepalai oleh Standart Chartered sebesar US$ 175 juta yang hingga kini belum ditarik secara keseluruhan.

Sedangkan untuk aset non tunainya dari PIP jumlahnya mencapai Rp 8,7 triliun dan tunainya sebesar Rp 9,6 triliun. Tanpa adanya peleburan semacam ini, perusahaan akan harus memperoleh pinjaman karena mendapat tambahan tugas dari pemerintah.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa, hingga saat ini proses peleburan masih didalami oleh DPR komisi XI dan komisi VI. Setelah adanya persetujuan APBN- P 2015. Lalu baru ada pembicaraab lebih lanjut dengan pemerintah soal pembentukan bank infrastruktur.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: