Pembangunan Waduk Terlama Di Indonesia “Waduk Jatigede”

Pembangunan Waduk Terlama Di Indonesia - Waduk Jatigede

Foto – SeputarJabar.com

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai pembangunan Waduk Jati Gede merupakan pembangunan waduk terlama di dunia. Karena menurutnya pembangunan waduk yang hampir berjalan selama 53 Tahun belum juga selesai.

“Ini proyek waduk terpanjang, terlama di Indonesia bahkan jangan-jangan di dunia. Sudah 53 tahun, berapa presiden coba,” ujar Deddy di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (3/1/2015).

Ia mengatakan, sudah setengah abad lebih pembangunan waduk Jati Gede tak kunjung selesai, hal ini dikarenakan Waduk Jati Gede merupakan proyek yang sangat besar. Kendati demikian, Deddy yakin bahwa tahun ini akan selesai. “Insya Alah tahun ini selesai,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait ganti rugi kompensasi warga yang terkena dampak pembangunan waduk tersebut, Deddy memperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 1 triliun. Pada November 2014 lalu, pemerintah telah sepakat soal penanggulanan masalah sosial di proyek Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPU-Pera), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembayaran ganti rugi lahan Waduk Jatigede akan dimasukkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Januari 2015, sehingga jika berjalan sesuai rencana, pada akhir tahun ini seluruh hal yang berkaitan dengan pembangunan Waduk Jati Gede bisa selesai.

Basuki menuturkan, dari sekitar 11.000 kepala keluarga yang direlokasi akibat pembangunan waduk, sebagian besar belum menerima ganti rugi dan kompensasi jaminan hidup. Menurut perhitungan BPKP, biaya ganti rugi untuk KK terdampak tersebut mencapai hampir Rp 700 miliar.

Pemberian kompensasi akan dilaksanakan secara bertahap, karena jumlah penerima yang cukup banyak. Namun pihaknya akan memastikan seluruh KK yang terkena dampak pembangunan Waduk Jati Gede menerima kompensasi. Selain itu, dari Pemda setempat juga akan memberikan bantuan untuk ikut mengembangkan potensi waduk agar kesejahteraan warga sekitar waduk lebih baik.

Saat ini pembangunan konstruksi waduk sudah mencapai 99,4 persen, dengan kontrak terakhir senilai 467 juta dollar AS, atau sekitar Rp 5,604 triliun. Adapun pinjaman pertama proyek ini berasal dari China. Sementara kontraktornya adalah BUMN bersama Sinohydro Corp, sebuah perusahaan kontraktor China.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)