Feriyani Lim Berada Dalam Penjagaan Polisi, Setelah Laporkan Abraham Samad

 Feriyani Lim Berada Dalam Penjagaan Polisi, Setelah Laporkan Abraham Samad

HarianDepok.com – Berita – Nasional – Hot News , Salah seorang perempuan yang kini menjadi sorotan adalah feriyani lim, yang mana telah ditetap sebagai tersangka oleh polda sulselbar yang tengah melapor kepada abraham samad ke bareskrim polri dengan kasus pemalsuan dokumen. Tidak hanya melapor saja, namun polda sulsebar ini juga meminta pihak kepolisian melakukan penjagaan dengan ketat dirumahnya. Namun kuasa hukum dari feriyani mengatakan bahwa dia meminta penempatan petugas untuk feriyani yang merasa tidak nyaman dengan pemberitaan yang kini sedang beredar luas dan menjadi banyak operbincangan publik, tutur haris septiansyah selaku kuasa hukum feriyani saat di bareskrim polri jakarta (02/02/2015).

Feriyani ini melakukan tindakan yang telah melanggar peraturan dalam membuat surat keluarga yang menggunakan alamat rumah samad yang ada di makasar, informasi ini diberitahukan oleh LSM kota makasar pada tanggal 29 januari 2015. Dan kasus ini langsung ditanganinya yang kemudian dia ditetapkan menjadi tersangka. Dia melapor ke bareskrim polri bahwa ketika pembuatan KK dan juga KTP ditawari oleh seorang yang bernama uki yang bisa menggunakan dengan alamat rumah samad. Hal ini dilakukan pada tahun 2007 yang lalu agar mudah mengurus paspor. Namun hubungan mereka sampai saat ini masih belum diketahui secara jelas. Namun saat ini samad dan juga uki dibawah penjagaan polisi.

Pemalsuan dokumen yang telah dilakukan ini akan, mereka akan dikenakan pasal 93 Undang- undang 23 tahun 2005 yang mana kini telah diubah menjadi pasal 24 Undang- undang 24 tahun 2013 yang telah diatur di dalamnya. Yang berisikan tentang administrasi kependudukan dan atau pasal 264 KUHP pasal 263 (2). Namun haris tidak menunjukkan secara langsung KTP palsu dan juga KK yang disebutkan tadi. Dia juga tidak memberikan jawaban atas laporan yang masih dilakukan sekarang. Kejadian ini mmenag tidak sepantasnya untuk dilakukan, namun kini pihak pilisi masih mencari- cari informasi dan pemerikasaan lebih lanjut sebelum dilakukannya pengenakan sanksi terhadap tersangka.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: