Harga Minyak Dunia Menguat Karena Dipicu Oleh Data Ekonomi Amerika Serikat

Harga Minyak Dunia Menguat Karena Dipicu Oleh Data Ekonomi Amerika Serikat

HarianDepok.Com- Bisnis-  Mengawali pekan perdagangan harga minyak dunia mengalami penguatan sejalan dengan data ekonomi yang kurang menggairahkan. Terlebih bagi para pelaku pasar yang kini sedang bertaruh apabila level terendah harga minyak dunia dalam tujuh bulan terakhir ini sudah terbentuk.

Harga minyak dunia acuan baik itu dari jenis minyak Brent dan Amerika Serikat mengalami pergerakan yang Volatile secara teknikal menunjukan adanya keuntungan yang dibarengi dengan data ekonomi yang justru melanjutkan penekananya di pasar. Kini jarak harga minyak acuan mencapai US$ 5/ barel serta yang paling lebar adalah sejak November 2014.

Dipenutupan perdagangan Senin atau Selasa pagi waktu Indonesia, (3/2/2015), harga minyak brend menanjak naik sebesar US$ 1,76 atau setara dengan 3,3 persen kini menjadi US$ 54,75/ barelnya. Saat ini harga minyak dunia Amerika Serikat (AS) menguat US$ 1,33 atau setara dengan 2,8 persen menuju level US$ 49,36/ barelnya.

Para trader menjelaskan bahwa, perusahaan yang bekerja dijasa perminyakan Genscape memproyeksikan pasokan minyak sekitar 2,3 juta barel yang ada di Cushing Oklahoma. Jumlah tersebut tentu menambah persediaan dari minyak yang ada di Amerika Serikat. Dengan adanya pasokan minyak yang tinggi serta tambahan belanja konsumen serta data manufaktur yang mengecewakan menjadikan harga minyak menguat.

Dikutip dari laman Reuters, Chandravis Ahuja seorang analis Kolamar Americas Inc mengutarakan, “ perubahan harga secara terjadi secara mendasar kecuali untuk psikologi pasar. Sejumlah media masa akan memberitakan terkait gerak dari harga minyak”. Selasa (3/ 2/ 2015).

Pada akhir perdagangan minyak pekan lalu, harga minyak melejit sekitar 8 persen. Angka kenaikan harian tersebut merupakan angka terbesar sejak tahun 2009 untuk jenis minyak brent. Hal tersebut didorong setelah ada rilisan data yang menunjukan rig pengeboran minyak semakin hari semakin susut. Sebelumnya harga minyak terus mengalami kejatuhanya ketika anggota dari negara- negara pengekspor minyak dunia (OPEC) enggan untuk menurunkan produksinya.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: