Indonesia Hanya Menempati Urutan Ke Lima Untuk Daya Saing di ASEAN

Indonesia Hanya Menempati Urutan Ke Lima Untuk Daya Saing di ASEAN

HarianDepok.com – Bisnis , Pada era perdagangan bebas saat ini, daya saing merupakan kunci keberhasilan dari industri nasional. Salah satu indikator untuk mengukur daya saing industri nasional barometernya adalah RCA (Revealed Comparative Advantages).

Agus Tjahajana yang menjabat sebagai Dirjen Kerjasama Industri International (KII) dari kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa pada tahun ini diperkirakan dari 5.017 produk yang ada, sebanyak 1.122 produk yang memiliki daya saing yang kuat dan 929 atau sekitar 82,79 persen merupakan produk industri.

“sedangkan untuk tahun 2020, diperkirakan jumlah produk indonesia yang memiliki daya saing kuat sebesar 1.141 produk dan untuk 946 merupakan produk dari industri”, ungkap Agus, Sabtu (31/1/2015).

Perkiraan dari RCA pada tahun 2015 hingga tahun 2020 yang dihitung dari perkiraan pertumbuhan industri tersebut, Indonesia berada pada posisi kelima dibawah negara- negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Vietnam serta Malaysia.

Produk industri yang ada di Indonesia memiliki daya saing 22,15 persen, sementara untuk negara Singapura telah mencapai 41,95 persen serta Thailand mencapai 38,78 persen. Lebih lanjut Agus memaparkan, “ Oleh karenanya, salah satu dari kerjasama International pada bidang industri adalah menjadi fokus perhatian pemerintah yakni pemberlakuan Asean Economic Community (AEC) atau yang sering kita kenal dengan MEA (masyarakat ekonomi asean) di akhir tahun 2015”.

Untuk mengahadapi tantangan itu, beberapa langkah serta kebijakan yang memiliki sifat lintas sektoral telah dikerjakan oleh pemerintah seperti lebih mengintesifkan sosialisasi AEC 2015 kepada para stekeholder industri, menambah laboratorium uji, lebih meningkatkan kompetensi dari SDM industri, menyusung standar kerja nasional dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, strategi pengamanan industri juga diberlakukan oleh kemenperin yang bersifat difensif dan ofensip, salah satunya dengan cara penggunaan instrumen trade remedies ataupun penerbitan smart regulation.

Sifat ofensif diberlakukan dengan cara pemantauan impor ataupun unfair tradeyang memiliki produk tertentu serta mendorong industri di dalam negeri yang memiliki potensi terkena imbas dari impor tersebut.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: