Para Pengembang Mengkritik Program Pemerintah Satu Juta Rumah

Para Pengembang Mengkritik Program Pemerintah Satu Juta Rumah

HarianDepok.com – Properti , Program ambisius yang dicanangkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai pembangunan rumah rakyat 1 juta unit rumah tidak akan terealisasi apabila masalah yang fundamentalnya belum diselesaikan. Masalah fundamentalnya cenderung klasik yang menghambat terhadap terwujudnya pembangunan perumahan nasional tersebut adalah mengenai pengadaan lahan, pembiayaan, infrastruktur, serte perizinan.

Tanto Kurniawan selaku Komisaris PT Hansan Land International Tbk sangat mengkritik keras terhadap kebijakan pemerintah untuk mewujudkan satu juta rumah. Program tersebut menurutnya tidak akan berjalan apabila pemerintah hanya mengandalkan desakan kepada para pengembang sementara inovasi dan trobosan yang diperlukan tidak ada.

Sikap pesimis serta kritikan Tanto ia lontarkan dalam menanggapi pernyataan dari Sofyan Wanandi selaku Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jussuf Kalla yang menantang para pengembang untuk membuat sejuta rumah tanpa banyak mengeluh.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa, “Pemerintah hanya jangan berbicara dan menuntut kepada para pengembang, akan tetapi seharusnya mereka juga memberikan inovasi yang membantu para pengembang seperti halnya memudahkan mata rantai masalah perizinan”, Jakarta (301/ 1/ 2015).

Tanto menjelaskan bahwa untuk mendapatkan perizinan untuk membangun perumahan, butuh banyak biaya serta memerlukan proses yang cukup melelahkan yang ujung- ujungnya berpengaruh terhadap cost yang tinggi. Llebih rumit lagi peraturan mengenai perizinan setiap daerah biasanya memiliki peraturan sendiri- sendiri.

“semisal pertauran daerah itu mengenai hal penyediaan lahan makam yang sering kali tidak jelas sehingga membuat para pengembang menggelengkan kepala”, ungkap Tanto.

Masalah lain yang sama pentingnya adalah layanan infrastruktur umum seperti pembebanan pembuatan dan pemeliharaan jalan umum yang dilimpahkan kepada para pengembang, belum lagi biaya penerangan jalan yang juga dilimpahkan kepada para pengembang.

Menurut tantu, lebih bijak pemerintah tidak hanya melihat keadaan sebatas dipermukaan saja yang nampak tidak ada masalah mengenai sektor ini. Terlebih ia juga mengeluhkan janji yang diberikan oleh pemerintah perihal kredit murah konstruksi bagi para pengembang. Seharusnya apabila kridit bagi konsumen rumah seharusnya pemrintah juga menyediakan juga untuk para pengembang.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: