Dengan Tumbuh 19%, Laba BNI Melampaui Proyeksi Pasar

Laba BNI Melampaui Proyeksi Pasar

HarianDepok.com – Bisnis , PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ternyata mampu mengumpulkan laba bersih sebesar Rp 10,8 triliun atau tumbuh sekitar 19,1 persen selama tahun 2014 kemarin. Kinerja dari bank milik BUMN tersebut mampu melebihi prediksi dari para analis ekonom.

Para analis menargetkan, Bank berplat merah tersebut mampu mentorehkan laba bersih sebesar Rp 10,2 triliun sepanjang tahun 2014. Hal ini menunjukan bahwa BNI mampu mencetak laba bersih sekitar 5,9 persen lebih tinggi dari yang telah ditargetkan.

Gatot M. Suwondo selaku Direktur Utama BNI menjelaskan bahwa, pertumbuhan laba bersih tersebu dikarenakan oleh ditopangnya naiknya pendapatan. Baik itu yang berasal dari pendapatan bunga bersih serta nonbunga.

“meski terdapat sejumlah tantangan ekonomi seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, namun kami masih bisa tumbuh”, Jakarta, pada Kamis (29/1/2015).

Pada sepanjang tahun 2014, jumlah dari pendapatan BNI menembus angka Rp 33,1 triliun atau lebih tinggi daripada prediksi analis yang hanya memproyesksikan angka Rp 31,8 triliun. Adapun pendapatan bunga bersih pada tahun lalu mampu tumbuh 17,4 persen menjadi Rp 22,4 triliun. Sementara untuk pendapatan nonbunga mencapai Rp 10,7 triliun atau setara dengan 13,5 persen.

”kami tetap mempertahankan margin bunga bersih (NIM) pada kisaran level 6,2 persen, dari sebelumnya hanya 6,1 persen terpaut 0,1 persen” ungkap Gatot.

Oleh karena itu, BNI kini mampu mencetak pendapatan bersih per sahamnya atau EPS hingga Rp 578/ saham atau lebih tinggi dari target para analis yakni hanya sebesar Rp 544/ saham atau lebih tinggi 6,3 persen.

Pada kesempatan yang sebelumya, Bank di bawah naungan negara tersebut tengah menargetkan dana kelola layanan trustee  dari sektor industri minyak dan gas bumi yang mencapai 5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 62 triliun pada tahun ini. Angka ini naik jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 3,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 43,7 triliun naik sebesar 42,9 persen.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: