Bekasi Siagakan 120 Relawan Untuk Hadapi Banjir

Bekasi Siagakan 120 Relawan Untuk Hadapi Banjir

HarianDepok.com – Berita – Nasional, Menghadapi puncak musim hujan, yang diprediksi akan terjadi pada awal Bulan Februari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi siagakan 120 orang relawan untuk mengantisipasi bencana banjir yang setiap saat menghantui daerah Bekasi.

Kepala BPBD, Herry Ismiradi mengatakan, relawan tersebut diambil dari beberapa daerah yang rawan bancana banjir. Saat ini para relawan sedang memantau kondisi tanggul, ketinggian air dan saluran-saluran utama air. Akan tetapi menurut Herry, jumlah relawan kurang karena berdasarkan tingkat kerawanan Kota Bekasi, idelanya memiliki 250 orang relawan.

“Jadi sejauh ini BPBD memberdayakan kampung siaga bencana yang dulu pernah dibentuk dinas sosial,” ujar Herry, Rabu (28/1).

Herry menjelaskan  Kampung siaga bencana tersebut dibuat perlokasi rawan banjir. Masyarakat yang ada di kampung tersebut telah dididik menghadapi bencana banjir. Dari mulai tidak panik, mengamankan barang dan surat berharga, berkoordinasi dengan petugas relawan dan bekerja sama untuk merelokasi warga ke tempat yang lebih aman.

Herry menegaskan, saat ini semua relawan harus dikelola oleh BPBD. Relawan yang datang dari Dinas-Dinas lain atau dari pihak mana pun harus berkordinasi dengan BPBD dulu untuk mendapat arahan lebih lanjut. Hal ini agar pemberian bantuan dan penanganan korban bencana bisa adil dan merata. Misalkan dititik bencana A telah cukup, maka BPBD akan mengarahkan relawan lain ke titik yang belum terpenuhi kebutuhannya.

Selain menyiapkan relawan, Pemerintah Kota Bekasi juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 900 juta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang baru saja dibentuk. Anggaran tersebut untuk menanggulangi bencana yang mungkin terjadi selama tahun 2015 termasuk banjir yang bisa melanda Bekasi pada musim penghujan ini.

Herry mengaku, BPBD yang baru dibentuk pada Juni 2014 dan baru isi jabatannya pada 9 Januari 2015 telah membentuk tiga seksi bidang. Dalam menghadapi musim penghujan saat ini, seksi bidang kesiap siagaan dan pencegahan paling penting karena bertugas sebelum bencana terjadi. Mereka melakukan pemantauan ketinggian air, kondisi tanggul dan saluran utama air. Jika ada tanggul yang perlu dipertebal atau ditinggikan, maka BPBD akan berkordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Tata Kelola Air. Jika ada saluran mampet oleh sampah, maka akan berkordinasi dengan Dinas Kebersihan.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPBD, tapi harus bekerjasama dengan dinas teknis lainnya,” Ujarnya.

Berikutnya adalah seksi kedaruratan dan logistik. Seksi ini bekerja saat bencana telah terjadi. Mereka melakukan evakuasi, membuat dapur umur dan sebagainya. Kemudian yang ketiga, seksi rehabilitasi dan konstruksi. Mereka bekerja setelah bencana terjadi.

Herry mengatakan ada tiga titik rawan banjir. Tapi keseluruhannya ada 49 titik yang harus dipantau. Namun ia menghimbau kepada seluruh warga Bekasi agar bersiaga untuk menghadapi banjir yang bisa terjadi kapan saja saat musim hujan seperti saat ini.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)