Melemahnya KPK Mulai Mempengaruhi Pasar Saham Indonesia

Melemahnya KPK Mulai Mempengaruhi Pasar Saham Indonesia

HarianDepok.com – Bisnis , Pada akhir pekan lalu pasar saham Indonesia mentorehkan rekor tertinggi yakni mencapai level 5.323 pada perdagangan saham Jumat (23/1/2015). Indeks saham mengalami penguatan pada lima haru terakhir dengan kenaikan 3,4 persen dalam jangka waktu sepekan. Akan tetapi pada awal pekan ini, harga indeks saham justru melemah dan berbalik turun drastis.

Pada hari Senin (26/1/2015) Harga Indeks Saham Gabungan (IHSG) merosot secara signifikan 1,2 persen dan kembali menuju level 5.260. para analis ekonom menjelaskn bahwa turunya indeks saham tersebut disebabkan oleh polemik yang ada di Yunani serta keadaan politik yang ada di dalam negeri.

Betrand Raynaldi seorang pakar analis ekonom dari KDB menjelaskan bahwa, dua faktor tersebut yang membuat para investor khawatir serta berdampak pada penurunan indeks saham pada hari Senin kemarin. Sementara itu kemenangan dari partai oposisi di pemilu Yunani menjadikan pasar semakin khawatir negara tersebut akan keluar dari zona Uni Eropa.

Sementara itu perselisihan politik yang ada di dalam negeri antara KPK (Komisi Pemberantasan Koropsi) dengan Polri yang berlanjut dengan ditetapkanya pimpinan KPK sebagai tersangak. Setelah Bambang Widjajanto (wakil KPK) ditetapkan sebagai tersangka, status yang sama diperkirakan akan dialami oleh dua pimpinan KPK yang lainya yakni Adnan Pandu Praja serta Zulkarnain. Kondisi itulah yang menyebabkan para pelaku pasar khawatir mengenai upaya pemberantasan koropsi pada pemerintahan Jokowi- JK ini.

“pada dasarnya politik sudah terbilang bagus, akan tetapi karena masalah sengketa tersebut para pelaku pasar ragu mengenai masalah pemberantasan koropsi. Pasar akan terus mengawasi koordinasi antara Jokowi dengan para staf bawahanya.” Ungkap Betrand Senin (26/1/2015).

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa kekhawatiran pasar tersebut akan bersifat sementara serta akan diperkirakan mulai kembali normal pada pekan depan sejalan dengan adanya tidakan yang nyata dari pemerintah. Ia juga tidak melihat polemik ini akan berpengaruh lebih dalam terhadap harga indeks saham.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: