Pasar Konstruksi Terbesar di ASEAN ada di Indonesia

Pasar Konstruksi Terbesar di ASEAN ada di Indonesia

HarianDepok.com- Properti , Hediyanto W Husaini yang menjabat sebagai Keapala Badan Pembinaan Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat menjelaskan bahwa, pasar konstruksi di negeri ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara.

“Sesuai dengan data Asia Construction Outlook 2014 pasar konstruksi yang ada di tanah air menacapai nilai 267 miliar dollar AS. Hal ini tentu jauh jika dibandingkan dengan negara yang ada di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, Filipima, dan Thailand. Bahkan 10 kali lipat jika kita bandingkan dengan Singapura”. Ujar Hediyanto ketika memaparkan persiapan pelaku usaha menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Kamis (22/1/2015).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, nilai pasar itu sekaligus memposisikan Indonesia sebagai negara terbesar ke empat di Asia, yang diatasnya ada China dengan angka 1,78 triliun Dollar AS, Jepang dengan jumlah nilai mencapai 742 miliar dollar AS, serta India yang mencapai 427 miliar Dollar  AS.

“Kendati demikian, pasar konstruksi yang ada di Indoenesia tumbuh sangat pesat dua setengah kali lipat. Dengan jumlah sedemikian itu, menggoda para pelaku pengusaha yang bermain di sektor konstruksi terutama asing guna menggarap pasar kita. Moment tersebut sebaiknya kita manfaatkan secara optimal. Ungkap Hidayanto.

Di tahun 2013 pada sektor ini telah memberikan sumbangsih sebesar sepuluh persen menjadi 109 miliar dollar kepada PDB Nasional. Padahal kita ketahui bersama, pada lima tahun yang lalu hanya sebesar lima persen. Selain itu, terdapat pula rencana pembangunan jangka menengah 2015 – 2019 yang memerlukan kebutuhan infrastruktur dasar sebesar Rp 6.500 triliun. Oleh karena itu, pasar konstruksi pun juga akan ikut meningkat.

Dengan berlakunya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dituntut adanya sebuah kesiapan di sektor kontruksi Indonesia, baik itu para pelaku usaha, produsen material, serta sumber daya manuasia ataupun teknloginya.

Saat ini badan usaha jasa konstruksi yang ada di negeri ini berjumlah 77.000 perusahaan dan dengan keahlian sebesar 101.0000 perusahaan. Dari sekian banyak kontraktor yang ada hanya 1.974 yang masuk dalam kategori spesialis.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: