Harga Minyak Dan Emas Kompak Sama- Sama Merosot

Harga Minyak Dan Emas Kompak Sama- Sama Merosot

HarianDepok.com – Bisnis , Tidak hanya pasar keungan saja yang mendapatkan imbas dari kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Pelaku pasar komoditas pun kini juga mulai memiliki harapan negatif terhadap pertemuan ECB yang dilakaukan hari ini.

Pada perdagangan Kamis (22/1/2015) harga minyak terus mengalami koreksi. Apabila ECB mengumumkan program pembelianya oblgasinya itu dapat menekan dollar Amerika Serikat (AS) yang mencapai posisi tettinggi yang akan kembali menekan harga barang dan komoditas.

Naiknya kurs dollar AS didorong oleh naiknya tingkat suku bunga serta pertumbuhan ekonomi yang ada di Amerika Serikat yang kini mulai menunjukan harapan. Justru terjadi yang sebaliknya, perekonomian yang ada di kawasan Asia lebih cenderung melemah. Adanya penguatan kurs dollar AS ini membuat harga komoditas semakin membumbung bagi pembeli komoditas yang memiliki dana selain dari AS. Pelemahan pertumbuhan ekonomi juga membuat permintaan terhadap barang disektor komoditas ikut menurun.

Terhitung sejak Juni 2014 harga minyak terus mengalami koreksi karena melimpahnya pasokan minyak yang desebabkan oleh melimpahnya produksi mintyak yang ada di AS. Minyak mentah jenis Brent seharga 48,86 dollar AS/ barel kini turun lagi sebanyak 17 sen pada pedagangan sebelumnya. Sementara untuk minyak jenis West Texas Intermediate juga anjlok sebesar 32 sen kini menjadi 47,46 dollar AS/ barel.

Khalid Al Fatih selaku CEO Saudi Aramco sangat terkejut dengan harga minyak saat ini. Hal tersebut ia utarakan pada pertemuan Forum Ekonomin Dunia yang ada di Davos, Swiss. Sedangkan untuk Commerzbank memperkirakan harga minyak akan terus mengalami tekanan yang dikarenakan oleh pelemahan ekonomi global. Bank itu memproyeksikan harga minyak dunia akan menembus 40 dollar AS/ barel.

Sedangkan untuk harga emas juga turun 0,2 persen kini menjadi 1.291 dollar AS/ troy ounce. Pada perdagangan Rabu (21/1/2015) harga emas sempat menembus harga 1.305 dollar AS. Itu merupakan harga tertinggi sejak bulan Agustus lalu. Semenjak naik 9 persen di bulan ini, para pialang tengah menyesuaikan diri menyambut pertemuan ECB.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: