Saham Semen Masih Tetap Terpuruk, Kapitalisasi Pasar Terprosok Hingga Rp 22 Triliun

Saham Semen Indonesia, Berita Bisnis Indonesia, Saham Di Indonesia

HarianDepok.com – Bisnis , Saham- saham emiten disektor industri semen belum dapat keluar dari imbas kebijakan pemerintah yang memotong harga jual semen. Pada perdagangan hari Rabu, (21/1/2015). Saham- saham yang ada disektor tersebut mengalami pelemahan di akhir perdagangan.

Adapun total dari kapitalisasi pasar yang hilang dari bursa saham emiten semen yang ada di lantai bursa efek Indonesia menembus angka Rp 22,8 triliun. PT Semen Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang paling tinggi menanggung kerugianya di bursa saham Indonesia.

Saham perseroan yang beroprasi dibawah kendali negara tersebut turun 75 poin atau setara dengan 0,5 persen menembus posisi Rp 14.100/ saham di perdagangan kemarin. Ini menunjukan bahwa saham emiten yang memiliki kode SMGR ini sudah melemah 12,5 persen sejak diumumkanya penurunan harga semen di pasaran oleh pemerintah di akhir pekan kemarin. Perusahaan tersebut pun kehilangan kapitalisasi pasar hingga Rp 12,2 triliun.

Hasil riset dari Bahana Securities kini semen Indonesia menempati posisi yang kurang menguntungkan dengan adanya kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Jokowi. Diperkirakan, tingkat dari profitabilitas perseroan akan mengalami tekanan yang diakibatkan oleh hanya mengandalkan koata penjualan sebagai sumber keungan perseroan.

Selain itu bahan juga memproyeksikan. Keuntungan bersih yang akan diperoleh SMGR di tahun ini akan menurun 22,1 persen atau menjadi Rp 5,1 triliun yang sebelumnya diperkirakan dapat mencapai Rp 6,6 triliun. Oleh karena itu, bahan pun menurunkan target harga saham pada 12 bulan kedepan menjadi Rp 13.000/ saham yang sebelumnya Rp 17.600/ saham.

Dalam penilian Bahana, saham Indocement yang paling sedikit terpengaruh oleh kebijakan pemerintah tersebut, karena mereka memiliki neraca keungan yang kuat. Meski demikian, perseroan tersebut akan tetap menurunkan harga jualnya yang akan berimbas pada margin keuntungan yang didapatnya.

Bahana pun memprediksikan keuntungan bersih yang mampu diperoleh Indocement pada tahun 2015 ini sebesar Rp 4,8 triliun yang sebelumnya diperkirakan akan mendapat keuntungan Rp 6,1 triliun atau merosot sekitar 21,5 triliun.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: