Di Jabodetabek, Transaksi Rumah Masih Stabil

Di Jabodetabek, Transaksi Rumah Masih Stabil

HarianDepok.com – Properti , Transaksi penjualan rumah di wiliyah Jabodetabek pada semester II 2014 ini tercatat relatif stabil. Polemik di dunia politik serta fluktiatifnya harga bahan bakar minyak (BBM) tidak terlalu berdampak terhadap keputusan konsumen, terlebih bagi para pengguna akhir untuk membeli rumah. Hal tersebut disampaikan oleh Anindya Prayascitta seorang peneliti Cushman and Wakefield, Selasa (20/1/2015).

”selama ini penjualan properti ini berjalan relatif stabil pada tahun 2014 ini. Kendati demikian belum semua data sudah terkumpul secara lengkap, akan tetapi sejumlah data yang masuk menunjukan adanya kecenderungan stabilitas penjualan. Pada tahun itu juga para pengembang yang kami survai sangat optimis terhadap capain penjualanya.” Ungkap Anindya.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa, transaksi penjualan yang ada di semester II 2014 tersebut tidak terlalu berbeda jauh dengan pencapaian yang diperoleh pada semester I tahun 2014 atau enam bulan tahun sebelumnya.

Di semester I 2014, terdapat transaksi penjualan 30 proyek perumahan di Jabodetabek yang memiliki jumlah transaksi hingga Rp 8,3 triliun. Angka tersebut sedikit menurun jika dibandingkan dengan pada semester I 2013 yang mencapai Rp 8,35 triliun.

Rata- rata penjualan rumah di 6 bulan pertama tahun lalu menembus angka 100 unit/ bulan/ perumahan. Jmlah itu turun sebanyak 13 unit atau sekitar 11 persen apabila dibandingka dengan rata- rata penjualan di semester I tahun lalu.

Wilyah penyumbang terbesar penjulan perumahan adalah Tanggerang. Kemudian Bogor, disusul Depok, lali Bekasi. Kebanyakan penjualan masih didominasi dari kelas segmen atas, yakni sebesar 30 persen dari jumlah total frekuensi yang ada, atau sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan menengah atas yaitu 29 persen.

Sementara rumah yang paling laku dipasaran adalah rumah dengan harga Rp 2,3 miliar hingga Rp 4,8 miliar dengan rata- rata luas antara 195 – 269 meter persegi, dengan luas lahan mencapai 220 – 300 meter persegi.

Sementara di segmen bawah, rumah yang paling diminati adalah senilai Rp 161 juta hingga Rp 380 juta dengan ukuran 33-34 meter persegi dengan luas tanah 78 – 90 meter persegi.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: