Ini Tanggapan Freeport Yang Diancam Izin Ekspornya Oleh Pemerintah

Ini Tanggapan Freeport Yang Diancam Izin Ekspornya Oleh Pemerintah

HarianDepok.com – Bisnis , PT Freeport Indonesia mengaku bahwa pihaknya kini tetap terus melakukan upaya komunikasi dengan pemerintah masalah komitmen pembangunan smelter (fasilitas pengolahan dan pemurnia). Hal ini mereka lakukan untuk kegiatan operasional penambanganya dapat tetap berjalan.

Pemerintah sendiri bersikap tegas dengan mengancam akan membekukan izin ekspor Freport Indonesia. Ancaman tersebut akan direalisasikan apabila hingga tanggal 25 Januari apabila perusahaan asal negeri Paman Sam (Amerika) tersebut tidak bisa memberikan penjelasan terkait perkembangan serta pembangunan smelter.

Daisy Primayanti selaku Vice President Corporate Comunications Freeport Indonesia, Selasa (20/1/2015) menjelaskan bahwa, “kami berharap pemerintah tidak mencabut izin dari ekspor Freeport, menurutnya hingga saat ini pihaknya tengah melakukan komunikasi kepada pemerintah akan tetapi kedua belaj pihak belum menemukan titik temu.

Mengenai smelter (pabrik pengolahan dan peleburan) lebih lanjut ia mengutarakan bahwa PT freeport Indonesia sungguh- sungguh dalam membangunya. Akan tetapi Daisy tidak mau menjelaskan perihal sejauh mana perkembangan dari pembangunan smelter tersebut.

Ia hanya menjelaskan bahwa semua perkembangan bahwa hal- hal yang terkait dengan pembangunan smelter sudah diberikan laporanya kepada kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).

Disisi lain Sudirma Said yang menjabat sebagai Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), mengaku sangat kecewa terhadap sikap PT Freeport Indonesai yang hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan terkait pembangunan smelter. Bahkan perusahaan Amerika tersebut belum mempersiapkan lahan dimana pembangunan smelter tersebut.

Perusahaan tambang emas terbesar di dunia tersebut memang sudah melakukan penyetoran dana jaminan kepada pemerintah untuk membangun smelter pada awal bulan Agustus 2014 lalu. Pemerintah pun beranggapan bahwa langkah awal yang dilakukan PT Freeport tersebut adalah sebuah komitmen membangun smelter. Oleh sebab itu, Freeport memperoleh izin kembali mengekspor produk tambangnya tersebut pada pekan ke dua bulan Agustus 2014 kemarin.

Sejak awal memang perusahaan tambang tidak bisa menjual produknya keluar negeri sebelum diolah terlebih dahulu. Ini didasarkan pada peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah bahwa perusahaan harus membangun smelter di dalam negeri sebelum mengekspor produknya.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: