Merosotnya Saham Emiten Semen Tidaklah Akan Lama

Merosotnya Saham Emiten Semen Tidaklah Akan Lama

HarianDepok.com – Bisnis , Saham emiten semen dalam bursa saham Indonesia merespon negatif terhadap kebijakan Presiden Jokowi menurunkan harga 3 komoditas yang ada. ketiga komoditas tersebut adalah bahan bakar minyak (BBM) baik itu solar maupun premium, semen dan elpiji 12 kg.

Dalam kebijakan baru itu, presiden Jokowi menetapkan bahwa harga semen yang diproduksi oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) turun sebanyak Rp 3 ribu/ sak. Setelah dimumkanya turunya harga semen oleh Presiden saham emiten semen di bursa saham Indonesia langsung merosot drastis.

Kita ketahui bersama, pada akhir perdagangan saham Jumat (15/1/2015) saham- saham tersebut sempat mentorehkan kenaikan harga saham di perdagangan sesi pertama.

Satrio Utomo yang menjadi Kepala Riset Universitas Broker Indonesia melihat bahwa trend penurunan saham emiten semen ini tidak akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini adalah respo dari kebijakan yang diumumkan oeleh pemerintah menganai turunnya harga semen di pasaran.

“Seharusnya dapat dipahami bahwa itu adala respon pasar terhadap kebijakan yng diambil pemerintah. Pemerintah kelihatanya menginginkan harga semen ikut mekanisme pasar, akan tetapi  bukan berarti menginginkan perseroan dari BUMN tersebut merugi. Ini hanyalah sebaga contoh agar perusahaan yang lainya mau mengikuti pergerakan tersebut.” ujar Satrio, Jumat (16/1/2016).

Meski ia pun sadar bahwa dengan adanya kebijakan yang seperti ini akan mempengaruhi dari margin yang diperoleh oleh semen BUMN. Akan tetapi, semen lain juga akan ikut menurunkan harga dan ini juga akan meringankan dari BUMN senderi.

Dari empat emiten semen yang tergerus dalam bursa efek Indonesia adalah saham dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Saham dari perusahaan tersebut mencatatkan penurunan terbesar. Sedangkan untuk emiten saham semen yang mengalami penurunan sahamnya yang relatif kecil adalah PT Holcim Idonesia Tbk yang hanya melemah 30 poin atau setara dengan 1,4 persen menembus level Rp 2.050/ saham. Pada perdagangan sesi pagi, saham emiten tersebut sempat melejit naik cukup tinggi yakni 55 pon atau setara dengan 3,1 persen.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: