Di Daerah Rawan Gempa, Konstruksi Laba- Laba di Rekomendasikan

Prof. Sarwidi, Phd ahli gempa dari dalam negeri mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia belum paham betul mengenai konstruksi bangunan yang tahan gempa. Oleh karena itu masih banyak dijumpai bangunan yang tidak layak serta sesuai dengan standart yang ada.

HarianDepok.com – Properti – Exterior , Prof. Sarwidi, Phd ahli gempa dari dalam negeri mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia belum paham betul mengenai konstruksi bangunan yang tahan gempa. Oleh karena itu masih banyak dijumpai bangunan yang tidak layak serta sesuai dengan standart yang ada.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang malah tidak percaya terhadap bangunan yang mereka buat sendiri. Karena mereka membuat bangunan tidak melihat aspek teknis dari keselamatan konstruksi. Oleh karena itu, ketika terjadi gempa masyarakat memilih untuk keluar dari bangunan dan mencarai perlindungan yang lebih aman.

Profesor yang pernah menjabat sebagai pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut mengingatkan bahwa hampir terdapat dua pertiga dari wilayah Indonesia berada pada titik rawan gempa. Pemerintah sendiri pun sebenarnya telah membagi zona mulai dari zona 0 yang memiliki intensitas gempa kecil hingga zona 6 yang memiliki intensites gempa yang tinggi.

Untuk bangunan yang dibangun oleh instansi pemerintah, BUMN, atau swasta telah mempertimbangkan aspek teknis termasuk juga kekuatan dalam menahan goncangan gempa. Sementara untuk bangunan yang dibangun oleh masyarakat sendiri banyak yang tidak mempertimbangkan aspek teknis tersebut.

Aspek teknis yang dimaksud oleh Sarwidi adalah bangunan tersebut dirancang oleh tenaga profesional yang telah mendapatkan izin, memiliki SIUP, dan memiliki sertifikat yang telah lolos uji sebagai pekerja kontruksi yang berkompeten.

Adapun konstruksi bangunan yang diakui adalah konstruksi yang sudah lolos uji baik di laboratorium dan di lapangan. Salah satu konstruksi yang sudah lolos uji dan memenuhi standart yang ada adalah konstruksi bentuk sarang laba- laba.

Menurutnya konsep konstruksi sarang laba- laba ini sudah mulai banyak diadopsi di Sumatera Barat dan Aceh yang memang berada pada zona rawan gempa bumi. Terlebih untuk gedung- gedung fasilitas umum seperti rumah sakit minimal harus menggunakan konsep konstruksi sarang laba- laba. Karena pada beberapa gempa yang terjadi bangunan yang mengadopsi konstruksi tahan terhadap goncangan jika dibandingkan dengan bangunan yang menggunakan konstruksi dibawah standart.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: