Analis Memprediksikan Suku Bunga Acuan BI Pada Tahun Ini Memiliki Potensi Turun

Tingkat BI Rate (suku bunga acuan Bank Indonesia) memiliki potensi untuk turun pada tahun 2015 ini. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah terkait penghapusan sibsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium defisit transaksinya berjalan sesuai yang diharapkan.

HarianDepok.com – Bisnis , Tingkat BI Rate (suku bunga acuan Bank Indonesia) memiliki potensi untuk turun pada tahun 2015 ini. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah terkait penghapusan sibsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium defisit transaksinya berjalan sesuai yang diharapkan.

Helmy Kristanto selaku Kepala Penelitian Danareksa Sekuritas memaparkan, sinyal dari bank sentral yang ada di Amerika Serikat (AS) yang tidak akan menaikan suku bunga dalam kurun waktu seharusnya mampu menahan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate). BI dapat menurunkan suku bunga acuanya sebesar 25 poin atau setara dengan 0,25 persen berubah menjadi 7,5 persen.

Prediksi Helmy tersebut diiringi oleh turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar yang semestinya mampu menurunkan angka inflasi, meski tidak dalam jangka waktu yang cepat. Terlebih pada bulan Februari dan April inflasi akan turun karena berbarengan dengan musim panen.

Sementara itu, pakar ekonomi Yudhi Sadewa dari Danareksa Research Institute menjelaskan, seharusnya Bank Indonesia (BI) tidak turut serta ikut- ikutan menaikan suku bunga meski bank sentral Amerika Serikat akan menaikan suku bunga acuanya. Suku bunga yang menembus level tinggi dikhawatirkan akan menghambat laju dari pertumbuhan ekonomi. Padahal pemerintah sendiri tengah menargetkan ekonomi tumbuh sebesar 5,8 persen pada tahun 2015 ini.

Lebih lanjut Yudhi pun menagatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia berbeda dengan kondisi ekonomi yang ada di Amerika Serikat. Seharusnya, Bank Indonesia merespon perlambatan ekonomi dengan menurunkan suku bunga acuan.

Budi Hikmat yang menjadi Kepala Ekonom Bahana TCW Investment menilai, untuk saat ini BI Rate lebih tinggi jika dibandingkan dengan dua indikator yakni pertumbuhan ekonomi dan jumlah inflasi. Kendati demikian, ia menyadari bahwa kondisi saat ini masih dalam tahap stabilisasi sehingga mengakibatkan BI menurunkan tingkat suku bunga acuan.

Pada 18 November tahun lalu (2014), BI telah menaikan suku bunga acuanya menjadi 7,75 persen yang dibarengi dengan kebijakan pemerintah untik menaikan harga BBM subsidi. Langkah yang ditempuh BI tersebut ditujukan untuk menjaga laju inflasi agar tetap pada kisaran 4 persen.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: