Surabaya Kini Makin Diperhitungkan di Sektor Perkembangan Propertinya

Surabaya Kini Makin Diperhitungkan di Sektor Perkembangan Propertinya

HarianDepok.com – Properti , Surabaya yang menjadi kota terbesar ke du di Indonesia ini kini semakin diperhitungkan terutama dalam pertumbuhan Propertinya. Kota ini telah berubah yang cukup signifikan sehingga menjadikan para investor berbondong- bondong untuk melebarakan sayapnya baik pengusaha dari dalam neger maupun luar negeri.

Kondisi ini dapat kita lihat semakin menjamurnya pengembangan ritail (pusat belanja), perkantoran, perhotelan, dan apartemen. Bahkan brend ternam berkelas internasional yang basanya hanya dapat ditemukan di Jakarta kini juga dapat di temui di Surabaya.

Ferry Salanto selaku Direktur Asosiasi Research Colliers Internasional Indonesia menjelaskan, apabila pada tahun 2014 jumlah perkantoran yang ada secara komulatif seluas 291.262 m2. Pada kurun waktu tiga tahun lagi antara 2015 – 2018 akan menjadi 800.000 m2. Luas ini berasal dari 19 gedung. Apabila ini benar- benar teralisasi maka lonjakan gedung perkantoran yang ada di surabaya akan melonjak 200 persen.

Yang lebih menariknya lagi Ferry memaparkan, pengembangan kawasan perkantoran mengalami pergeseran yang sebelumnya hanya terkonsentrasi pada Surabaya Pusat kini mulai pindah ke Jl Embong Malang dan Jl Tunjungan. Mulai bergeser ke barat, selatan, dan timur seiring dengan perekembangan multifungsi properti yang ada di kawasan tersebut.

Terbatasnya lahan dan rencana pembangunan infrastruktur terpadu seperti tersedinya jalan lingkar luar, menjadi stimulan tersendiri yang mendorong semakin menjamurnya bangunan perkantoran di sana.

Sejalan dengan perkantoran, pola distribusi apartemen juga kian merata, yakni di Surabaya Timur, Selatan dan Barat. Meski jumlah apartemen hanya 12 persen dari jumlah keseluruhan apartemen yang ada di Jakarta. Namun pertumbuhanya sangatlah cepat yaitu mencapai 142 persen. Tambahan apartemen pada kurun waktu 2015 – 2018 nanti mencapai 25.844 unit yang berasal dari 27 proyek yang dicanangkan.

Sementara di sektor perhotelan, setelah mengalami stganasi kurang lebih selama sati dekade, sektor properti ini kelihatanya juga mulai bangkit kembali. Pada tahun 2014 saja, kota pahlawan ini telah dipenuhi oleh lima hotel dengan kelas hotel bintang tiga dengan jumlah kamar mencapai 724 unit.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)