Premium Akan Disubsidi Apabila Harganya Naik Menjadi Rp 9.500 Per Liter

Premium Akan Disubsidi Apabila Harganya Naik Menjadi Rp 9.500 Per Liter

HarianDepok.com – Berita – Nasional ,  Pemerintah telah melakukan kebijakan terkait batas harga dari  Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang memiliki kadar oktan 88 maksimal adalah Rp 9.500/ liter. Apabila harga telah menyentuh level tersebut maka pemerintah akan kembali menerapkan subsidinya sehingga harga BBM premium kembali stabil sesuai dengan daya beli masyarakat Indonesia.

Naryanto Wagimin selaku Pelaksana tugas Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi dari Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) menjelaskan, apabila harga minyak dunia sedang turun maka tidak akan dianggar subsidi. Namun apabila harga dunia kembali naik, Menteri Koordinator Perekonomian pernah mengucapkan apabila harga minyak naik dan premium sampai ke masarakat menyentuh harga Rp 9.500/ liter maka harus ada subsidi bagi premium dengan kadar nilai oktan 88 tersebut.

Naryoto sendiri mengakui belum tahu benar mengenai skema subsidi seperti apa yang akan diberikan oleh pemerintah pada nantinya. Apakah itu masih berupa skema yang sama pada sebelumnya, atau dengan menambah subsidi tetap seperti apa yang telah diberlakukan pada solar.

Berapa besar subsidinya sendiri, pemerintah kini masih pada tahap pembahasan dan kajian secara menyeluruh. Kajian tersebut dilakukan guna menjaga daya beli dari masyarakat apabila harga minyak naik. Selain itu pemerintah juga masih melihat bagaimana perkembangan dari harga minyak dunia yang kini terus mengalami koreksi.

Pada perdagangan minyak mentah dunia kini masih dalam tren penurunan. Harga minyak mentah untuk jenis light sweet yang ada di West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari 2015 menjadi 47,55 dollar AS/ barel turun sebesar 81 sen. Sedangakan untuk harga minyak dengan jenis Brent juga turun kini menjadi 49,21/ barel turun 90 sen.

Pada akhir tahun lalu, pemerintah telah memutuskan untuk mencabut subsidi pada jenis BBM preium. Alasanya adalah karena harga premium sudah dibawah harga subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah. Pencabutan subsidi tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 mengenai Penyediaan, Pendistribusian, serta Eceran.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)