BI Optimis Rupiah Akan Masih Terjaga

BI Optimis Rupiah Akan Masih Terjaga

HarianDepok.com – Bisnis , Bank Indonesia (BI) merasa sangat optimis bahwa nilai tukar rupiah untuk saat ini masih akan tetap stabil. Rencana dari Bank Sentral The Fed Amerika Serikat (AS) guna meningkatkan suku bunga bunga diperkirakan tidak akan berjalan cepat.

Masuk di awal tahun ini, rupiah menempati poisisi Rp 12.385/ dolar sedangkan untuk Rabu pekan ini. Sementara pada penutupan perdagangan kemarin rupiah memang sedikit menguat namun peluang untuk melemh masih tetap mengintai, kondisi tersebut berjalan seiring dengan mulia membaiknya perekonomian AS.

Gubernur Bank Indonesia menjelaskan, pada penutupan perdagangan rupiah mengalami penguatan karena masih dalam kondisi on risk, Bank Indones akan selalu mewaspadai perkembangan dari perekonomian dunia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, mata uang dari banyak negara kini sudah kembali menguat lagi. Hal tersebut dipengaruhi oleh hasil pertemuan dari FOMC atau Federal Open Market CommiteeI dari The Fed Bank Sentral AS yang menunjukan akan menaikan suku bunga lebih cepat. Pasalnya, inflasi yang ada di negara tersebut kini belum mencapai level 2%.

Selain hal tersebut, AS juga akan memperhatikan mengenai terus merosotnya harga minyak dunia serta kondisi ekonomi di kawasan Eropa. Terlebih setelah berlangsungnya pemilihan umum yang ada di Yunani, terdapat kemungkinan besar negara tersebut memisahkan dari kawasan mata uang eoro.

Kendati demikian Agus tetap optimis BI akan terusa nenempatkan posisi di pasar, guna memantau pergerakan rupiah serta mengantisipasi pelemahan yang lebih dalam. Karena perekonomian dalam negeri sendiri belum juga dapat dikatakan membaik. Terlebih angka inflasi pada tahun lalu yang melonjak melebihi prediksi yang ada. BI memprediksi inflasi pada tahun lalu hanya dalam kisaran 7,7 – 8,1 persen, namun ternyata inflasi mencapai 8,3 persen.

Namun ia menganggap pasar masih percaya terhadap perekonomian Indonesia. Kondisi ini terlihat penerapan pasar terhadap surat Berharga Negara yang cukup tinggi. Kepercayaan tersebut merespon dari kebijakan pemerintah yang yang menyabut subsidi bahan bakar.

[NurMungil/HD]

Rate this article!
Tags:
author

Author: