Anak Jackie Chan “Jaycee Chan” di Penjara Karena Narkoba

Jackie Chan, Jaycee Chan, Anak Jackie Chan, Jaycee Chan Di Penjara

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Putra bintang film Tiongkok Jackie Chan, Jaycee Chan, akhirnya menerima putusan hukum setelah ditangkap pada Agustus lalu atas penyalahgunaan obat terlarang, narkoba jenis ganja. Pengadilan Distrik Dongcheng menjatuhkan vonis enam bulan penjara kepada Jaycee Chan (9/1/2015).

Jaycee Chan telah menerima hukuman kurungan dari bulan September 2014 lalu, sehingga jika dihitung masa hukumannya, maka pada pertengahan Februari 2015 ia sudah bisa keluar dari penjara.

“Saya telah melanggar hukum, Saya layak dihukum. Ketika saya kembali ke masyarakat, saya tidak akan melakukan kesalahan itu lagi,” ujarnya di hadapan majelis hakim. Pengadilan juga menyatakan, Jaycee harus membayar denda RMB 2 ribu atau setara dengan Rp 4 juta.

Jaycee yang mengikuti jejak sang ayah sebagai aktor dan penyanyi itu ditahan sejak Agustus karena menyediakan tempat untuk pesta narkoba. Bersama kawannya, Ko Cheng-Tung yang juga seorang aktor Taiwan yang dikenal dengan julukan Kai Ko, berpesta narkoba. Dari penangkapan kepolisian setempat, di rumah ditemukan 100 gram ganja. Dalam persidangan yang terpisah, Kai Ko juga mengakui kesalahannya dengan berderai air mata dan berjanji tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu lagi.

Sementara itu beberapa saat setelah putranya ditangkap, Bintang film action Jackie Chan langsung meminta maaf melalui akun Sina Weibo miliknya. Aktor yang sudah merambah Hollywood itu mengungkapkan kemarahannya dan keterkejutannya atas apa yang dilakukan anaknya. Jackie juga meminta maaf karena gagal mendidik anak.

“Sebagai public figure, saya malu. Sebagai ayah, saya merasa sangat buruk,” tulisnya.

Pemerintah Tiongkok sendiri pada saat ini sedang gencar menangkap dan memenjarakan pengguna narkoba. Sepanjang 2014 saja, ada 10 publik figur lokal yang ditahan karena terlibat penggunaan narkoba. Sementara itu, untuk masyarakat umum, jumlahnya jauh lebih besar. Sejak Januari hingga Agustus tahun lalu, setidaknya ada 7.800 orang yang ditangkap.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: