Inilah 4 Pemicu Semakin Merosotnya Harga Minyak

 

Inilah 4 Pemicu Semakin Merosotnya Harga Minyak
HarianDepok.com – Bisnis –
 Harga minyak mentah dunia dengan kualitas Brent di pasar minyak mentah dunia kini terus mengalami pengikisan harga bahkan kini telah menembus angka yang cukup rendah yakni US$ 51/ barel. Terlebih dalam satu semester yang akhir harga minyak telah merosot dan menyentuh level lebih dari 55 persen penurunan harganya.

Dari berbagai informasi yang ada di laman berita internasional, setidaknya erdapat 4 faktor yang mengakibatkan kenapa harga minyak terus mengalami penekanan seperti yang terjadi saat ini. Keempat faktor tersebut adalah peningkatan produktifitas shale gas yang ada di Amerika Serikat (AS), kebijakan yang diambil oleh negara- negar pengekspor minya (OPEC) yang tidak mau menurunkan produktifitasnya, meningkatnya produksi minyak Rusia, dan perlambatan perekonomian dunia yang mengakibatkan turunya permintaan minyak secara global.

Pada produksi minyak Shale gas, Amerika berhasil mengupayakan sumber energi barunya ini sehingga mampu mampu menjadikan Amerika Serikat sebagai negara baru yang dapat mengekspor bahan bakar. Pas0kan yang terlalu melimpah dari Shele Gas yang terlalu banyak dari pemerintah yang ada di Amerika menjadikan minyak dunia semakin terkikis karena pasokan minyak global melimpah.

Dilihat dari sisi produksi minyaknya, negara- negara yang tergabung dalam organisasi OPEC mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan produksi minyaknya pada kisaran 30,5 juta barel setiap harinya pada pertemuan awal November 2014 di Austria. Kebijakan tersebut membuat persediaan minyak mentah dunia membludak di pasar internasional.

Selian OPEC, produsen utama dunia, produsen minyak asal Rusia juga terus meningkatkan produksi minyaknya tersebut. Dengan jumlah cadangan minyak yang mencapai 80 miliar barel, produksi minyaknya tersebut justru dinaikan dari 7 juta barel/ hari menjadi 10,6 juta barel/ hari dalam kurun waktu antara 2001 hingga tahun 2014. Bahkan angka tersebut akan terus meningkat pada tahun 2040 dan menembus angka 12,2 juta barel/ hari.

Adanya perlambatan ekonomi dunia juga menjadi problem tersendiri, terlebih yang ada di Eropa dan China. Perlambatan tersebut telah memicu turunya permintaan minyak mentah dunia. sehingga stok minyak dunia pun semakin meningkat.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: