Tidak Ada Perayaan Pergantian Tahun Baru di Aceh

Tidak Ada Perayaan Pergantian Tahun Baru di Aceh

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Penerapan Syariat Islam di Banda Aceh membuat nuansa tahun baru masehi tidak pernah terasa di kota “serambi mekah” tersebut. Dengan mengutamakan syariat islam tersebut sudah jelas Banda Aceh tidak akan menyelenggarakan kegiatan apapun dalam menyambut pergantian tahun 2014 ke 2015.

Pemerintah Kota Banda Aceh bahkan menyerukan kepada seluruh warga Kota Banda Aceh untuk melewatkan malam pergantian tahun tersebut tanpa ada kegiatan apapun yang bernuansa tahun baru masehi, bahkan dengan acara keagamaa seperti berzikir, membaca Alquran, dan ceramah dalam skala terbuka atau secara umum di malam tersebut juga dilarang.

Hal tersebut dapat jelas terlihat dari sebuah bilboard atau papan besar yang terpasang di jalan protokol, sekitar Kantor Gubernur Aceh, Senin (29/12/2014). Bilboard tersebut disampaikan atas nama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, bersama MPU Kota Banda Aceh.

“Kepada Warga Kota Banda Aceh, agar pada malam tahun baru masehi, 1 Januari 2015, tidak mengadakan perayaan dalam bentuk apapun, yang dikaitkan dengan malam tahun baru, termasuk kegiatan bernuansa agama seperti zikir, yasinan, tausyiah, dan lain-lain,” isi dalam seruan tersebut.

Meskipun seruan tersebut selalu muncul tiap tahun, namun masih ada masyarakat yang merayakan pergantian tahun dengan hingar bingar dan kembang api. Hal ini jelas-jelas sangat bertentangan dengan syariat islam yang diberlakukan di Aceh.

Pemerintah Kota Banda Aceh sendiri sebetulnya melarang kegiatan yang bersifat massal pada pergantian tahun tersebut, baik itu kegiatan yang bersifat agama maupun perayaan pergantian tahun. Karena dikhawatirkan hal teresebut menjadi kebiasaan yang bisa merubah tatanan sosial yang selama ini berada dalam koridor islam.

Menurut salah seorang warga Aceh mengatakan, selama ini warga memang selalu dihimbau untuk selalu mentaati syariat islam, sehingga hal-hal yang bertentangan dengan syariat akan diproses dengan ketat oleh Pemda. Ia juga menambahkan, kegiatan pengajian, dzikir bersama atau kegiatan yang berkaitan dengan agama pada waktu pergantian tahun boleh saja dilakukan namun tidak menggunakan pengeras suara dan dilakukan dalam ruang lingkup yang kecil.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: