Solo Rayakan Pergantian Tahun Dengan Sederhana

Wakil Ketua DPRD Solo

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Selain Aceh yang tidak akan merayakan pergantian tahun 2014 ke 2015 dengan acara seperti  kota-kota lainnya di Indonesia  pada umumnya, Kota Solo pun  sepertinya akan merayakan pergantian tahun secara sederhana. Hal ini terkait dengan musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Klewer Solo.

Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Abdul Ghoffar Ismail, mengungkapkan bahwa sangat tidak etis jika masyarakat Solo merayakan pergantian tahun dengan hingar bingar sementara sebagian warga Solo lain baru saja tertimpa musibah. Karena kesedihan pedagang pasar klewer, juga merupakan kepedihan masyarakat Solo secara keseluruhan.

”Kalau hal ini kita rasakan bersama, maka ini sebagai bentuk simpati atas musibah terbakarnya Pasar Klewer, ” ujarnya, Selasa (30/12/2014).

Bahkan jika dari pihak Pemkot tetap mengadakan acara, ia berharap sifatnya lebih kepada bentuk simpati dan kegiatan sosial yang dapat membantu meringankan duka pedagang pasar klewer yang tertimpa musibah.

”Kami minta tolong kepada pemkot, agar perayaan Tahun Baru 2015 ditinjau ulang sebagai berkabung untuk Pasar Klewer. Kalau tidak bisa dibatalkan, ya diubah. Yang penting, sifatnya tidak perayaan ataupun senang-senang,” tambah Abdul Ghofar Ismail.

Tidak hanya pemkot saja, kata Abdul Ghofar Ismail, juga berharap instansi lain, yang biasa menggelar perayaan Tahun Baru, seperti hotel dan restoran, juga dapat menyesuaikan dengan kondisi pasca kebakaran Pasar Klewer.

“Kasihan mereka, karena yang menjadi korban dalam kebakaran tersebut bukan hanya pedagang, tetapi juga ada tukang becak, PKL (Pedagang Kaki Lima) jualan makanan, kuli panggul, dan lainnya. Kalaupun kita belum bisa membantu mereka dengan bantuan materi atau yang lainnya, setidaknya Kita tidak bersenang-senang diatas kesedihan orang lain” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Eny Tyasni Susana, mengatakan sejauh ini belum ada rencana untuk membatalkan penyelengaraan Car Free Night (CFN). Perayaan CFN sendiri menggunakan APBD sebesar Rp 100 juta. Dalam perayaan CFN akan ada pentas wayang orang, yang diawali dengan umbul donga atau doa bersama. Dengan harapan, Kota Solo akan lebih baik di tahun 2015, termasuk doa yang dikhususkan untuk Pasar Klewer.

Untuk CFN Solo sendiri masih seperti tahun sebelumnya, yaitu ada empat titik panggung yang didirikan mulai dari Sriwedari hingga koridor Jalan Jenderal Sudirman.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: