Jalan Transyogie, Jalur Alternatif Cibubur Seakan Menjadi “Jalur Neraka”

Jalur Alternatif Cibubur Jalur Neraka

HarianDepok.com – Nasional, Jalan Transyogie seakan akan menjadi jalur ‘Neraka’ bagi setiap pengguna jalan tersebut. Jalur yang menghubungkan Kota Depok, Jakarta, Bekasi dan Bogor ini sehari harinya selalu dipadati oleh ribuan pengendara. Apalagi ketika akhir pekan, kemacetan bisa lebih parah dari biasanya.

Kedua arah di jalur ini tidak jauh berbeda tingkat kemacetannya. Setiap pengendara untuk menempuh perjalanan dari gerbang perumahan Kota Wisata menuju pintu Tol Cibubur ke arah Jakarta, membutuhkan waktu 45 menit yang normalnya hanya beberapa menit saja.

Terlebih lagi mereka yang tinggal di perumahan perumahan sekitar jalan Transyogie. Waktu tempuh dari rumah untuk sampai ke jakarta 4 hingga 6 jam perharinya.

Perkiraan kerugian seluruh pengendara yang melintasi jalur ini mencapai hingga ratus miliar rupiah. Kondisi jalur Transyogie semakin di perparah dengan adanya pekerjaan galian saluran Dinas Pekerjaan Umum yang sudah berlangsung sejak akhir Juni lalu.

Pardi salah seorang pengendara mobil truck yang memang setiap harinya melewati jalur tersebut mengungkapkan,”saya stres mas kalo udah masuk ke jalur ini, puterannya banyak gak ada jembatan penyebrangan jalan untuk pejalan kaki, kiri kanan galian belum selesai selesai juga, ditambah baru aja kemarin jembatan penghubung di jalur ini di rekonstruksi, jadi pas 10 meter dari jembatan jalurnya dialihkan jalannya ke jalur sebelah yang dibagi 2 untuk ke arah jakarta dan sebaliknya. Ampun deh macetnya gak ketulungan”.

“Bayangin mas, biasanya saya kalo ke bantar gebang cuma beberapa menit aja sekarang ndak bisa mas, paling cepet 2 sampe 3 jam baru bisa sampe tujuan” ujarnya.

Hal ini terjadi akibat buruknya transportasi umum dan tata ruang kota yang tidak bisa mengimbangi pertumbuhan kota yang maju lebih pesat ketimbang penataan infrastruktur jalan dan kota.

Sebelum kapasitas jalan ditingkatkan dan pengembangan jalur alternatif dilakukan, berikut daya dukung ekologisnya, pemerintah harus segera merealisasikan pembangunan monorel dan mass rapid transit  (MRT) rute Cibubur-Cawang yang sudah digulirkan Menteri BUMN Dahlan Iskan dua tahun lalu.

[MuhammadKhotib / HD]