Dituding Rampas Motor, Seorang Ulama Dipolisikan Mantan Istri

Dituding Rampas Motor, Seorang Ulama Dipolisikan Mantan Istri

Nuraini Malik 32th (Kiri) Bersama Kuasa Hukumnya Dahlia Zein SH.MH (Kanan)

HarianDepok.com – Berita, Nuraini Malik 32th, warga Pancoran Mas yang aktivitas sehari harinya dulu mengajar di Yayasan Nurul Islam, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam, melaporkan mantan suami siri nya KH. Ahmad Damanhuri yang berprofesi sebagai ulama sekaligus pengasuh di pondok pesantren Al-Kharimiyah ke Polresta Depok pada sore hari tanggal 24 Desember 2014, atas tuduhan pencurian 1 unit motor Vario warna cokelat, keluaran tahun 2014, dengan nomor polisi B 6257 ZFS.

Pasalnya motor tersebut diambil paksa di kediaman Nuraini, ketika itu korban juga meminta secara baik baik untuk tidak melakukan hal itu, tetapi pelaku tidak menggubrisnya dan tetap memboyong paksa dengan ditemani beberapa santri binaannya.

Perselisihan ini terjadi akibat tidak harmonisnya rumah tangga mereka. Nuraini telah resmi bercerai dengan tersangka pada tanggal 30 Mei 2014 lalu. Menurut pengakuan Nur pada saat tersangka ingin menikahinya secara siri waktu itu ditolak olehnya karena akan dijadikan istri siri yang ke enam, tetapi Nuraini dijanjikan akan dikuliahkan hingga lulus sarjana dan akan dijadikan sebagai guru di salah satu yayasan sekolah jika mau menikah siri dengan tersangka. Di iming imingi hal itu, Nur akhirnya menerima lamaran tersebut.

Nur juga mengaku bahwa ijasah S1 Universitas Al Karimiah miliknya disita oleh tersangka dan Nur juga dipecat dari profesinya sebagai guru secara sepihak dari Yayasan Nurul Islam tanpa ada alasan yang jelas. ungkapnya dengan berlinang air mata.

Ketika rekan media menghubungi mantan suami korban melalui telepon, mantan suami Nuraini ini mengatakan bahwa dia memang mengambil motornya, “Uang untuk membeli motor tersebut milik saya, berarti motor itu milik saya, ya gak masalah dong motor itu saya ambil”. tuturnya

Dan ketika di tanya masalah pemecatan Nuraini sebagai guru, tersangka mengatakan “landasan pemecatan itu didasari karena tidak mau ada guru bejat mengajar di sekolah kita”. Ungkap Ahmad Damanhuri tanpa memberikan penjelasan secara perinci tentang  kebejadan korban.

Nuraini ditemani kuasa hukumnya Dahlia Zein SH.MH saat melaporkan kejadian tersebut,laporan tersebut kini telah diproses oleh bagian kriminal Polresta Depok.

[MuhammadKhotib / HD]

Tags: