Akhir Karir Pramugari Karena Skandal Kacang

cho yang ho meminta maaf

HarianDepok.com – Berita – Internasional, Beberapa waktu lalu, Korea Selatan dihebohkan dengan “skandal kacang” yang mengakibatkan protes keras kepada kalangan elite Korea yang mempermasalahkan hal kecil di pesawat terbang sehingga keberangakatan pesawat tertunda selama 20 menit.

Ia adalah Wakil Presiden maskapai Korean Air Cho Hyun-ah atau Heather Cho, yang merasa tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari salah seorang pramugari yang pada saat itu ikut dalam penerbangan dari New York menuju Bandara Incheon, Korea selatan, Jumat (5/12/2014) pekan lalu.

Cho meminta seorang pramugari diturunkan dari pesawat hanya karena menyuguhinya kacang yang disajikan dalam kantong plastik dan bukan di atas piring.

“Kesalahan pramugari di kabin kelas utama itu adalah tidak menyuguhkan kacang di atas piring, dan keberangkatan pesawat tertunda sekitar 20 menit,” dikutip dari BBC, Rabu (10/12/2014).

Insiden “skandal kacang” tersebut langsung memicu protes keras terhadap gaya hidup konglomerat dan para elite korea dari warga korea yang mengetahui kejadian tersebut.

Setelah menerima banyak kritik dan protes keras dari warga, pihak Korean Air meminta maaf terhadap “sikap” salah satu pejabatnya yang merasa terlalu berlebihan. Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Presiden Direktur Korean Air, Cho Yang-ho yang merupakan Ayah dari Heather Cho. Ia juga akan meminta maaf secara langsung kepada pramugari yang terlibat “skandal kacang” tersebut.

Untuk diketahui, Heather Cho, yang berusia 40 tahun, merupakan putri tertua dari Presiden Direktur Korean Air, Cho Yang-ho. Kedua saudaranya juga menduduki jabatan eksekutif di maskapai itu dan keluarga Cho memiliki 10% saham Korean Air Lines Co, yang merupakan bagian dari kerajaan bisnis di sektor perjalanan, logistik, hotel, dan pusat hiburan.

Sementara itu, Heather Cho yang mendapatkan banyak kecaman publik Korea, mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden Korea Air.

“Putriku telah mengundurkan diri dari maskapai penerbangan itu. Perannya akan dicopot dari semua perusahaan-perusahaan yang terafiliasi,” ungkap Cho Yang-ho.

Ia mengungkapkan, bahwa putrinya berperilaku tak patut dan tidak layak untuk diterima.

“Saya minta orang-orang untuk menyalahkan saya saja, karena semuanya ini salah saya … saya tidak mendidik putri saya dengan benar.” Ucapnya sambil membungkukkan badan sebagai tanda permintaan maafnya kepada publik.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)