Inilah Penampilan Marching Band Gito Surosowan di Ajang Internasional

Inilah Penampilan Marching Band Gito Surosowan di Ajang Internasional

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Marching Band asal Banten, Indonesia memberikan pernampilan yang memukau dalam ajang Festival Marching Band Internasional di i-Mobile Stadium Buriram United, Thailand.

Acara yang berlangsung dari 3 – 8 Desember 2014 ini menyuguhkan tim marching band dari 7 Negara dari Asia, termasuk Indonesia. Untuk diketahui, kompetisi Marching Band kelas dunia terbagi menjadi dua kelas, yaitu World Class Division dan Open Class Division. Gita Surosowan masuk pada World Class Division dan berhasil meraih World Class Certificate, dan itu berarti Gita Surosowan berhak untuk mengikuti kejuaraan paling bergengsi, kompetisi paling puncak yang diimpikan para pemain Marching Band di seluruh dunia, yaitu Drum Corp Internatinal yang akan digelar Juni 2015 mendatang di Indianapolis, Amerika.

Selain itu juga marching band dari Indonesia selain Gita Surosowan adalah Jember Marching Band yang mengikuti Open Class Division. Jember Marching Band sendiri pada ajang TWMC ini menampilkan thema “the last samurai”.

Gita Surosowan yang berkostum merah putih ini, menyuguhkan penampilan yang sangat memukau para penonton. Arransement musik gamelan dan suling sunda yang merupakan ciri khas menjadi pembuka penampilan di ajang tersebut.

Yang sangat menjadi kekaguman penonton adalah, Gita Surosowan menampilkan Rampak gendang dan koreografi silat ditengah lagu. Selain itu, koreografi dan blocking para pemain yang rapih dan disiplin juga menjadi daya tarik yang sangat menarik.

Namun, ada hal yang cukup mengherankan dari ajang ini. Yaitu, Sekolah tempat dimana kru dan anggota Gita Surosowan dipermasalahkan oleh pihak guru. Seperti yang diungkapkan salah seorang anggota kru Gita Surosowan, yang ingin namanya dirahasiakan, dirinya dan sejumlah angggota kru lainnya terpaksa tidak masuk sekolah selama beberapa hari terakhir, karena harus bertanding di Thailand.

“Nah, absensinya dipersoalkan oleh guru,” kata salah seorang kru Gita Surosowan yang bersekolah di SMAN 1 Kota Serang, Selasa (9/12/2014) setelah kembali dari Thailand.

Band Director Gita Surosowan Haridoyo, mengungkapkan keheranannya. Menurutnya, kru dan anggota Gita Surosowan seharusnya mendapat dispensasi terkait absebsi di sekolah mereka. Pasalnya, mereka telah mengharumkan nama Banten di kancah dunia. Bahkan seharusnya mendapatkan penghargaan, tetapi ini malah membuat teman-teman anggota Gita Surosowan menjadi galau.

“Bukan maksud saya menyatakan sekolah tidak penting, tetapi kan semua ada solusinya. Misalnya diganti dengan tugas ilmiah, dan kita tahu bahwa mereka seharusnya ujian, kan bisa ujian susulan,” ungkapnya.

Sudah sering sekali kita mendengar putra-putri bangsa mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional tetapi tidak mendapatkan penghargaan di Negeri sendiri. Konsep pendidikan Indonesia yang mengutamakan penguasaan berbagai bidang terkadang membuat potensi-potensi terbaik putra-putri Indonesia menjadi tidak dikembangkan secara maksimal.

Semoga pemerintah dapat lebih mengapresiasi putra-putri bangsa Indonesia yang membawa nama Indonesia dikancah Internasional dengan memberikan dispensasi dan dukungan, bukan hanya menuntut agar putra-putri kebanggaan Indonesia ini mengikuti sistem yang ada.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok