9 Desember Di Peringati Sebagai Hari Antikorupsi Sedunia

hari antikorupsi

HarianDepok.com – Berita – Internasional , 9 Desember 2014 adalah hari peringatan Antikorupsi Sedunia ke 11. Tepatnya pada tanggal 9 Desember 2003, negara-negara di dunia telah menyepakati untuk melaksanakan sebuah Konvensi Antikorupsi atau United Nations Conventions Against Corruption (UNCAC).

Konvensi yang digelar di Meksiko itu dianggap Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai sebuah pernyataan tekad Internasional untuk memerangi dan memberantas korupsi. Sehingga PBB menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Antikorupsi Sedunia.

Menurut pengertiannya, korupsi berasal dari bahasa Latin, corruptio. Kata kerjacorrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, dan menyogok. Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya.

Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali

Setiap tahun Transparency International (TI) meluncurkan Corruption Perception Index(CPI). Sejak diluncurkan pada tahun 1995, CPI digunakan oleh banyak negara sebagai referensi tentang situasi korupsi.

CPI merupakan indeks gabungan yang mengukur persepsi korupsi secara global. Indeks gabungan ini berasal dari 13 data korupsi yang dihasilkan oleh berbagai lembaga independen yang kredibel. CPI digunakan untuk membandingkan kondisi korupsi di suatu negara terhadap negara lain. CPI mengukur tingkat persepsi korupsi di sektor publik, yaitu korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara dan politisi.

CPI direpresentasikan dalam bentuk bobot skor/angka dengan rentang 0-100. Skor 0 berarti negara dipersepsikan sangat korup, sementara skor 100 berarti dipersepsikan sangat bersih dari korupsi.

Tahun ini Indonesia berada di posisi ke 107 dengan indeks persepsi 34. Skor tersebut mendapat kenaikan dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar 32 yang berarti tingkat korupsi di Indonesia lebih banyak dibanding tahun lalu.

Di wilayah Asia sendiri, posisi Indonesia sangat jauh bila dibandingkan dengan posisi Singapura, yang menjadi satu-satunya negara Asia bertengger di sepuluh besar dengan posisi ke-7 dengan indeks persepsi 84.

Di tahun 2014 ini, secara global terdapat enam negara yang memiliki skor tertinggi. Negara-negara tersebut adalah Denmark (92), Selandia Baru (91), Finlandia (89), Swedia (87), Norwegia (86), dan Swiss (86). Sedangkan lima negara dengan skor terendah yaitu Sudan Selatan (15), Afghanistan (12), Sudan (11), Korea Utara (8) dan Somalia (8).

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: