Komandan Paspampres Membantah Anak Buahnya Memukul Sespri Kapolda

Komandan Paspampres Membantah Anak Buahnya Memukul Sespri Kapolda

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Mayor jenderal Andika Perkasa selaku komandan pasukan pengaman presiden (Danpaspampres) membantah sebuah pernyataan yang menyatakan salah satu anggotanya memukul Inspektur satu Reza pahlevi dan juga sekretaris pribadi kapolda metro jaya irjen Unggung Cahyono. Menurut perkataan andika, hal yang sebenarnya terjadi adalah anggotanya hanya mendorong Iptu reza untuk keluar dari ruang pertemuan presiden joko widodo dengan para kapolda dan kapolres seluruh Indonesia yang dilaksanakan di akademisi polisi, semarang jawa tengah beberapa hari yang lalu.

“Versi kami kalau di pukul itu tidak benar, karena memang tidak mau keluar, harus dipaksa keluar. Tapi bisa dipastikan tidak ada tindakan pemukulan. “ ungkap andika pada hari jumat 95/12/2014). Andika mengaku awalnya pertemuan tersebut berjalan secara terbuka. Namun saat presiden joko widodo ingin memberikan pengarahan, andika mengatakan semua orang selain kapolda dan kapolres dimohon untuk meninggalkan ruangan pertemuan tersebut. Hal seperti itu memang selalu diterapkan oleh presiden joko widodo ketika bertemu dengan aparatur Negara lainnya.tetapi pada saat Iptu reza dan lainnya tidak mengindahkan peraturan tersebut.

“Begitu disuruh keluar tidak mau, padahal mereka juga tidak menggunakan baju dinas. Saya tidak tahu mereka siapa, ditanya siapa, bilangnya sepri. Anak buah saya bilang silahkan keluar tapi tidak mau” jelas andika. Saat itu paspampres langsung meminta panitia untuk membawa iptu reza keluar. Namun tak juga dilakukan, akhirnya Kolonel amruli selaku ajudan presiden memaksanya untuk keluar. Kami tidak mempermasalahkan senjata apa yang dia bawa, tetapi dia bukan kapolda, kapolres dan juga bukan kapolri berarti dia tidak bisa masuk ke ruangan.

Setelah kasus tersebut terjadi, Iptu reza melaporkan kasus tersebut ke pomdam setempat. Akan tetapi, andika mengatakan dari pihak Pomdam sudah menganalisis tindakan paspampres sudah sesuai dengan prosedur yang ditentukan. “jadi laporan ke pomdam tidak ada tindak lanjutnya lagi, dianggap sudah selesai karena anak buah saya sudah melakukannya sesuai dengan prosedur. Tidak ada yang perlu dicari-cari lagi” ungkap andika. Sebelumnya dalam kunjungan presiden joko widodo ke akademi kepolisian di semarang terjadi hal yang tidak mengenakan antara paspampres dengan anggota kepolisian.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: