Pertamina Mengaku Rugi Selama Lima Tahun Berturut-turut Karena Salurkan BBM Bersubsidi

Pertamina Mengaku Rugi Selama Lima Tahun Berturut-turut Karena Salurkan BBM Bersubsidi

HarianDepok.com – Bisnis , PT Pertamina (persero) mengaku sedikit mengalami kerugian dalam kegiatannya ketika menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selama lima tahun terakhir ini. padahal saat ini pertamina sebagai salah satu penyalur bahan bakar minyak (BBM) yang paling dominan dibandingkan dengan badan usaha yang lainnya. Suhartoko selaku Senior vice president Fuel Marketing and distribution pertamina mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan biaya pengadaan BBM bersubsidi dari pertamina lebih tinggi dibandingkan biaya patokan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan dihitung dengan formulasi MOPS Alphas.

Adapun mengenai masalah komponen biaya pengadaan, suhartoko menambahkan terdiri dari beberapa hal antara lain seperti biaya import crude (minyak mentah), biaya pengelolaan di kilang minyak, biaya angkutan laut, biaya distribusi dari pelabuhan, kilang minyak sampai ke depo. Selain itu juga fee untuk para pekerja outsourching yang juga tidak kecil biayanya. Suhartoko menjelaskan pertamina sampai saat ini menanggung kerugian dari penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selama lima tahun berturut-turut  mulai tahun 2009. Pada tahun itu, pertamina mengalami kerugian sebesar Rp 4,5 triliun dan kerugian sedikit menurun pada tahun 2010 yaitu sebesar Rp 3,34 Triliun.

“Pada tahun 201I pertamina mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 900an miliar, pada tahun 2012 ruginya sekitar Rp 800an miliar dan pada tahun 2013 sebesar Rp 350 miliar.” Tutur suhartoko saat ditemui di kantor kementerian ESDM, Jakarta [ada hari rabu (3/12/2014). Harga minyak mentah dunia yang semakin turun beberapa waktu ini, dinilai tetap tidak mampu menutupi kerugian pertamina untuk 10 bulan pertama ini. “Ya kan bagusnya hanya di bulan November sampai desember saja” ujar suhartoko.

Akibat hal tersebut, suhartoko memperkirakan kerugian pertamina pada tahun 2014 ini akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2013. Meskipun selalu mengalami kerugian lima tahun belakang ini, pertamina juga pernah mendapat keuntungan dari bisnis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini yaitu pada tahun 2006, 2007 dan 2008. Sayangnya suhartoko tidak menjelaskan dengan rinci berapa keuntungan yang didapatkannya. “Tahun 2006 sampai tahun 2008  pertamina sedikit mengalami keuntungan karena biaya pengadaannya yang lebih rendah dari MOPS alpha yang ditetapkan oleh pemerintah” tuturnya

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)