Singkong Menjadi Makanan Pokok Mulai Desember ini

Singkong menjadi makanan pokok mulai desember

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Yuddy Chrisnandi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2014. Surat edaran berisi tentang anjuran agar semua instansi pemerintahan menyediakan makanan lokal dari hasil tani selain padi (nasi), yaitu singkong atau jenis ubi lainnya.

” Kita ingin meningkatkan efektivitas pelaksanaan pemerintahan, jadi mengutamakan makanan dalam negeri. Surat edaran itu sudah kami kirimkan untuk seluruh kementerian dan departemen dan akan berlaku mulai tanggal 1 Desember 2014,” ungkap Yuddy, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Yuddy menyampaikan keyakinannya bahwa kebijakan ini akan memberikan banyak manfaat. Manfaat yang paling jelas terlihat dari kebijakan ini adalah merangsang para petani untuk lebih kreatif dalam menyiasati kenaikan harga pupuk maupun bibit. Karena untuk menghasilkan singkong tidak seperti bertani padi. Selain itu para pejabat yang akan menjadi contoh konsumen tetap singkong juga akan lebih nyaman memakan singkong karena tak berpotensi besar menimbulkan penyakit.

Ia menambahkan, singkong adalah makanan pokok yang belum dioptimalkan konsumsinya padahal menurutnya, singkong dapat diolah sedemikian rupa untuk menjadi makanan sehari-hari maupun untuk disajikan di acara-acara resmi kenegaraan.

Mengenai surat edarannya ini, Yuddy juga menegaskan bahwa ia juga tidak segan untuk memberikan sanksi untuk para pejabat atau pegawai pemerintahan yang menolak menjalankan kebijakan menyajikan makanan lokal tersebut.

” Sanksinya cukup bervariasi, mulai dari sanksi administrasi sampai pada penundaan pembayaran tunjangan dan jika masih menolak untuk menjalankan kebijakan ini, ia juga akan memberikan sanksi yang cukup berat yaitu menurunkan jabatannya dari jabatan pimpinan dan jabatan staf.” tuturnya.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)