Disnakersos Jadi Jembatan Antara Pengusaha dan Pekerja Di Depok

Disnakersos Jadi Jembatan Antara Pengusaha dan Pekerja Di Depok

HarianDepok.com – Berita, Hubungan antara pekerja dan pengusaha memang terkadang tidak selalu akur. Begitu pula yang terjadi di kota depok. Oleh karena itu dinas tenaga kerja dan sosial (disnakersos) pemerintah kota depok mencoba untuk menjadi jembatannya. Disnakersos kota depok saat ini turut membawahi bidang hubungan industrial yang dilakukan antara pengusaha dan pekerja. Belakang ini, kebebasan untuk berserikat memang semakin bagus, namun membuat timbul konflik antara pekerja dan pengusaha masih tetap ada.

Untuk tahun ini, ada dua program pembinaan yang patut dicatat terkait dengan bidang hubungan industrial Disnakersos pemkot depok. Terutama hal ini dilakukan kepada perusahaan yang rawan selisih. “Evaluasi kami dari tahun 2013 fokus kepada  dua poin, yaitu memperbaiki komunikasi langsung dan juga mengurangi konflik antara pekerja dan pengusaha yang masih tetap ada” ungkap Diah Sadiah selaku Kepala Dinas tenaga kerja dan social kota depok saat berada di balai kota depok beberapa waktu yang lalu.

Pertama yang dilakukan adalah mengenai pembinaan tentang tata cara teknis dalam berkomunikasi yang dilakukan bulan mei yang lalu. Para pesertanya merupakan serikat kerja yang berasal dari 35 perusahaan. Tujuan pembinaan ini adalah mengajarkan teknik komunikasi yang baik dalam menyampaikan aspirasi demi menghindari konflik. Pembinaan yang kedua dilakukan beberapa bulan yang lalu, yaitu tentang tata cara penyusunan perjanjian kerja bersama (PKB). Baik pengusaha maupun pekerja membuat PKB seringkali hanya dengan berdasarkan kepentingan masing-masing hingga terkadang tidak berjalan dengan baik. Padahal PKB menjadi pedoman kerja untuk kedua belah pihak, agar dalam masa kerja tidak terjadi konflik yang berarti.

“Yang paling rumit, muncul kasus tetapi aturannya tidak tercantum di PKB. Oleh karena itu ini perlunya ilmu untuk menyusun PKB” tuturnya. Menurut Diah jika komunikasi antara pekerja dan pengusaha berjalan dengan baik, maka masalah yang muncul tidak harus sampai ke pengadilan hubungan industrial (PHI). Sumber perselisihan biasanya karena masalah lembur, tindakan indisipliner, PHK sepihak, dan lain sebagainya. Namun hasil yang cukup menggembirakan melihat semakin turunya tingkat konflik antara  pengusaha dan pekerja.

[MuhammadKhotib / HD]

Tags: